Ganjar: Tidak Ada Ampun, Akan Saya Proses

Jumat, 29 Oktober 2021 – 17:28 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mewanti-wanti jajarannya agar tidak melakukan kecurangan dalam seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) di Provinsi Jateng.

Ganjar menyatakan tidak akan memberi ampun apabila ada jajarannya yang terbukti melakukan berbagai praktik kecurangan pada seleksi CASN di provinsi yang dipimpinnya.

BACA JUGA: Pantau Pelaksanaan CPNS, Ganjar Pranowo: Jangan Dicemari dengan Urusan Korupsi

Menurut Ganjar, siapa pun akan diproses apabila terbukti melakukan praktik kecurangan tersebut. 

"Kalau ada kecurangan (pada seleksi CASN) di Jateng, tidak ada ampun buat saya, akan saya proses," kata Ganjar Pranowo di Semarang, Jumat (29/10). 

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Jatuh dari Mobil Gara-gara Pengawalnya, Ya Ampun, Mas

Ganjar mengaku hingga saat ini belum menerima laporan atau menemukan dugaan kecurangan pada seleksi CASN di Provinsi Jateng. 

Namun, Ganjar meminta semua pihak yang terlibat pada seleksi CASN, agar menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung.

BACA JUGA: Menteri Tjahjo: ASN Terbukti Terlibat Kecurangan Penerimaan CASN Harus Dipecat 

Dia tidak ingin ada kecurangan, karena seleksi CASN merupakan kesempatan bagi negara mencari kader-kader dan birokrat yang bagus.

“Maka, jangan dicemari dengan urusan korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata politikus PDI Perjuangan, itu. 

Terkait dengan kecurangan seleksi CASN di berbagai daerah di Indonesia yang menggunakan teknologi, Ganjar berharap ada evaluasi dari penyelenggara.

Mantan wakil ketua Komisi II DPR itu mengatakan jika kecurangan itu bersifat masif, maka harus ada audit teknologi informasi. 

Menurut dia, hal itu supaya bisa mengetahui dan mengecek apakah hal itu betul-betul terjadi atau tidak. 

“Sebenarnya seperti apa dan lainnya, ini harus diaudit," lanjut Ganjar.

Orang nomor satu di Jateng itu juga meminta penyelenggara bersikap tegas dalam mengambil keputusan.

Ganjar menyatakan jika memang ada niat jahat untuk melakukan kecurangan itu, maka mesti dibatalkan atau diulang.

"Sehingga semua punya kesempatan dan hak yang sama," ujar Ganjar Pranowo. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler