Gara-Gara Bawa Ransel, Disangka Teroris, Disergap, Eh... Ternyata Baru Datang Merantau

Sabtu, 16 Januari 2016 – 13:28 WIB
Tim penjinak bom Polda Riau memeriksa isi tas yang dibawa Boy Hutagalung, kemarin. Foto: Riau pos / JPNN

jpnn.com - PEKANBARU - Gerak-gerik Boy Hutagalung mencurigakan. Berada di bawah fly over dengan menyandang tas ransel hitam. Khawatir yang dibawanya adalah bom, pria 28 tahun itu langsung diamankan.

Tindakan tegas itu diambil petugas untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Mengingat sehari sebelumnya terjadi persitiwa teror yang menggemparkan.

BACA JUGA: Gelegarrrr! Sedang Memanen Sawit, Pemilik Kebun Tewas Disambar Petir

Boy diamankan saat tidur-tiduran di bawah fly over simpang Jalan Sudirman-Tuanku Tambusai,  Jumat (15/1) pagi. Kepada petugas, Boy mengaku baru datang dari Pematang Siantar.

Awalnya, pria kurus itu terlihat berjalan di Jalan Diponegoro, sekitar gubernuran. Dengan tatapan kosong, dia berjalan ke kediaman Kapolda Riau dan belok ke jalan di samping Hotel Aryaduta. 

BACA JUGA: Beresss, Jalan Tol Menuju Bandara Soetta Sudah Bisa Dilalui

Keberadaan Boy sempat terpantau CCTV sekitaran rumah Kapolda. Bahkan dia sempat ditegur personel Satlantas. Namun dia cuek saja dan terus berlalu. 

Petugas yang curiga kemudian melakukan pengejaran. Dia akhirnya ditemukan Intel Brimob sedang berada di bawah jembatan. Boy lalu dibawa menggunakan mobil Avanza hitam.

BACA JUGA: Asyik Menambang Pasir, Tiba-Tiba Tanah Longsor, Bummm... Innalillahi

Kehadiran petugas membuat Boy ketakutan. Bahkan kabarnya, dia sempat terkencing-kencing saat diamankan.

Di lain sisi, tim Gegana Brimobda Polda Riau sibuk mensterilkan lokasi. Mereka menggunakan pakaian lengkap Body Armor khas tim penjinak bahan peledak. Lebih kurang satu jam mengadakan pemeriksaan, akhirnya ransel mencurigakan berhasil dibawa menggunakan mobil Bomb Trailer.

''Kabar kita terima sekitar pukul 06.15 WIB. Ada seorang pria mencurigakan, dengan tatapan kosong membawa tas ransel. Dia langsung diikuti rekan-rekan intel,'' kata Kasat Brimobda Polda Riau Kombes Pol Pradah Pinunjul SIK.

Setelah beberapa saat diikuti, akhirnya pria mencurigakan tersebut ditemukan sedang tidur di bawah jembatan. ''Pria mencurigakan itu dibawa ke Polresta Pekanbaru, sementara ranselnya dibawa ke markas Brimob guna diperiksa,'' lanjutnya.

Proses sterilisasi lokasi sempat mengundang perhatian warga, terutama pengendara yang melintas. Alhasil, kemacetan pun tak terhindarkan. 

Personel Satlantas Polresta Pekanbaru lalu turun ke lapangan. Mereka kemudian sibuk mengatur arus lalu lintas guna mengurai kemacetan. Bahkan sejumlah jalur terpaksa dialihkan agar tak memperparah keadaan.

Rini (25), salah seorang warga Gobah yang kebetulan melintas di tempat kejadian perkara mengaku khawatir aksi serupa teror Sarinah akan terjadi di Pekanbaru. ''Ngeri dan takut saja. Apalagi kemarin baru saja ada kejadian ledakan bom di kawasan Sarinah,'' sebutnya. 

Tak Ada Bom, Hanya Pakaian

Wakapolresta Pekanbaru AKBP S Putut Wicaksono SIK menjelaskan, pasca dilakukan pemeriksaan terhadap ransel yang dibawa terduga teror, ternyata isinya bukan bom. ''Tas hanya berisi pakaian, alat tulis, power bank dan perlengkapan lainnya. Saat ini sedang dilakukan interogasi. Bila tidak ada unsur kriminal, maka dia akan dilepas,'' tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, Boy merupakan warga Jalan Dalil Tani, Pematang Siantar, Sumatera Utara. Dia baru tiba di Pekanbaru, Kamis (14/1) sekitar pukul 05.00 WIB dengan menumpang bus PMH. ''Pengakuannya ingin mencari pekerjaan di Pekanbaru. Dulunya dia sempat bekerja sebagai penjaga warung internet di Pematang Siantar,'' tutup Putut. (MXO/ray)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Asyik Menambang Pasir, Tiba-Tiba Tanah Longsor, Bummm... Innalillahi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler