Gara-Gara Lumpur, 106 Siswa Diliburkan

Kamis, 25 Januari 2018 – 13:30 WIB
Lumpur di kelas. Foto: JPG

jpnn.com, JEMBER - Hujan deras sepanjang sore hingga malam sejak Selasa (23/1) membuat beberapa kawasan di Kecamatan Tempurejo, Jember, Jatim terendam.

Di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tempurejo, sedikitnya 172 rumah tergenang air.

BACA JUGA: Anambas Diterjang Banjir, Tahanan Dipindah ke Hotel Tarempa

Banjir di wilayah itu merupakan kiriman dari Sungai Kalimayang yang memang selalu meluap saat terjadi hujan deras.

Air mulai naik ke permukiman warga yang tidak jauh dari sungai tersebut sekitar pukul 17.30 WIB.

BACA JUGA: Banjir Bandang Terjang Anambas, Dua Warga Meninggal Dunia

''Memang tiap terjadi hujan deras rumah kami jadi langganan banjir. Makanya, bagian teras depan rumah ditinggikan,'' kata Dwi Kosasih, 45, salah seorang warga Dusun Krajan, yang tinggal tidak jauh dari Sungai Kalimayang.

Dia menyebutkan, dua saudaranya, yakni Elisa, 27, dan Sodiq, 30, harus mengungsi karena air masuk ke rumah hingga ketinggian 40 cm.

BACA JUGA: Sungai Gonggo Meluap, Ratusan Rumah Terendam

Barang-barang di dapur bahkan belum sempat dikemasi. ''Hanya kasur dan sofa yang sempat dipindah ke tempat yang lebih aman,'' ujar Kosasih. Air juga menggenangi MTs di Dusun Krajan.

Kepala Desa Tempurejo Alwi menambahkan, sejak air mulai naik, pihaknya bersama muspika dan perangkat desa langsung turun ke lokasi banjir.

Pihaknya tidak menyangka rumah 172 KK di Dusun Krajan itu tergenangi banjir.

Bukan hanya banjir, sedikitnya 24 hektare sawah dan 2 hektare tanah tegalan juga tergenangi air kiriman dari sungai.

''Masih untung, meskipun air menggenangi ratusan rumah warga, tidak sampai ada korban jiwa,'' ujar Alwi.

Sementara itu, SDN Tempurejo 07 yang tidak jauh dari Sungai Kalimayang juga kebagian kiriman air bercampur lumpur.

Kotoran tersebut tidak hanya menggenangi halaman sekolah, tetapi juga masuk ke tiga ruang kelas, ruang UKS, dan ruang guru.

Imbasnya, 106 siswa di SDN Tempurejo 07 diliburkan. Guru dan kepala sekolah juga tidak bisa masuk karena halaman pe­nuh dengan lumpur.

''Air dan lumpur di setiap ruang kelas dan ruang guru setinggi 10 cm,'' ujar Sahla, 43, guru olahraga.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Jember kemarin, di lokasi banjir terlihat anggota polsek, koramil, dan tim relawan, baik dari TRC-PB BPBD Jember maupun SAR Nasdem, yang membantu warga. (jum/hdi/c22/diq/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Hilang Tersapu Banjir di California


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler