Gara-gara Manipulasi APBN, Presiden Brasil Dicopot

Jumat, 02 September 2016 – 07:26 WIB
Dilma Rousseff. Foto: AFP

jpnn.com - BRASILIA - Dominasi Partai Pekerja di Brasil runtuh. Dilma Rousseff, dilengserkan sebagai presiden. Rabu lalu (31/8) senat memutuskan bahwa Rousseff harus dicopy jabatannya karena skandal manipulasi anggaran.

Peradilan dan dengar pendapat dilakukan 14 jam nonstop. Setelah mendengar pembelaan diri Rousseff, senat melakukan voting. Hasilnya, 61 orang setuju Rousseff dilengserkan. Hanya 20 orang yang memilih Rousseff tetap menjabat.

BACA JUGA: Bu Isabelle Ketahuan Indehoi dengan Siswa, tapi Mengaku Lupa

Lengsernya Rousseff mengakhiri 13 tahun kekuasaan Partai Pekerja dalam pemerintahan Brasil. Rousseff dituduh merekayasa APBN Brasil tahun 2014. Dia mengambil pinjaman negara secara ilegal untuk menutupi kekurangan pada APBN. Sosok nomor empat dalam daftar perempuan paling berpengaruh di dunia versi Forbes pada 2014 tersebut menampik semua tudingan.

Rousseff berdalih tidak bersalah dan merasa bahwa parlemen telah mengudeta dirinya. Dia berjanji melakukan banding terhadap pemecatan dirinya. Pengacara Rousseff, yaitu Jose Eduardo Cardozo, akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi. ”Mereka berpikir telah mengalahkan kita, tapi mereka salah,” ujar Rousseff kepada para pendukungnya di Istana Alvorada.

BACA JUGA: Sembilan Lansia Meregang Nyawa karena Banjir

”Saya tidak akan mengucapkan selamat tinggal kepada kalian. Saya yakin bisa mengatakan sampai bertemu lagi,” tambah politikus 68 tahun tersebut. Rousseff punya waktu 30 hari untuk hengkang dari Istana Alvorada. Dia diperkirakan pulang ke kampung halaman di Porto Alegre.

Selain itu, senat menggelar satu voting lagi tentang larangan berpolitik bagi Rousseff selama delapan tahun mendatang. Dalam voting tersebut, Rousseff menang. Sebanyak 42 anggota senat mendukungnya dan hanya 36 orang sisanya yang ingin dirinya tak berpolitik. 

BACA JUGA: WN Inggris dan AS Dilarang ke Singapura

Dengan kemenangan tersebut, kalau toh pengajuan bandingnya tidak disetujui, Rousseff masih bisa ikut bertarung dalam pemilihan presiden pada akhir 2018. 

So, usai Roussef diturunkan, pada Kamis (1/9) Michel Temer resmi menjadi Presiden Brasil. Dia bakal menjabat hingga 1 Januari 2019. Dalam pidato pertamanya sebagai orang nomor satu di Brasil, Temer berjanji menciptakan lapangan pekerjaan dan stabilitas politik agar investor berdatangan. 

"Saya tidak bilang ini pekerjaan mudah karena kita memiliki hampir 12 juta penganggur di negara ini. Itu adalah angka yang menakutkan,” terang Temer di hadapan kabinet yang dipimpinnya. Tingginya angka penganggur tersebut sempat membuat penduduk Brasil turun ke jalan dan menyerukan mosi tidak percaya terhadap pemerintah. 

Temer juga harus berjuang keras untuk mengambil hati rakyat Brasil. Sebab, pendukung Rousseff masih tinggi. Setelah pelengseran, banyak pendukung Rousseff yang turun ke jalan. Beberapa sempat bentrok dengan pihak kepolisian. Polisi di Sao Paulo bahkan sampai menyemprotkan gas air mata. Ratusan orang di Rio de Janeiro lebih tenang. Mereka hanya mengibarkan bendera dan meneriakkan keinginan agar Temer hengkang dari posisi presiden. (reuters/afp/bbc/cnn/sha/c11/any)

Perjalanan Dilma Rousseff

• Pada 1 Januari 2011 terpilih menjadi presiden perempuan pertama di Brasil. Lalu terpilih lagi pada 26 Oktober 2014.

• Maret–April 2015 jutaan penduduk Brasil turun ke jalan menuding Rousseff terlibat skandal korupsi Petrobras.

• Pada 7 Oktober 2015 Pengadilan Akuntansi Federal Brasil menemukan adanya rekayasa pembukuan APBN. Rousseff diduga melakukan hal tersebut agar pemerintahannya terlihat baik dan dirinya bisa terpilih pada periode kedua.

• Pada 2 Desember 2015 presiden Chamber of Deputies (setara Majelis Rendah, Red) setuju untuk memulai proses pemakzulan Rousseff.

• Pada 11 Desember 2015 Rousseff mengajukan petisi kepada Mahkamah Agung untuk menghentikan proses pemakzulan.

• Pada 9 Agustus 2016 senat voting untuk mendakwa Rousseff. Hasilnya, 59 setuju dan 21 menolak.

• Pada 31 Agustus 2016 Rousseff dilengserkan dan diganti oleh wakilnya, Michel Temer.

Sumber: COA Online

BACA ARTIKEL LAINNYA... Syria Bantah Gunakan Senjata Kimia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler