Gara-Gara Unggahan Facebook, Muslim Bangladesh Bentrok dengan Polisi

Senin, 21 Oktober 2019 – 14:35 WIB
Demonstrasi diwarnai kericuhan di Dhaka, Bangladesh. Foto: Reuters

jpnn.com, DHAKA - Sebanyak empat orang meninggal dan 50 lainnya luka-luka dalam bentrokan antara sekelompok warga muslim dengan polisi di Bangladesh, Minggu (20/10). Insiden berdarah tersebut dipicu sebuah unggahan Facebook yang dianggap menyinggung umat Islam.

Bentrokan bermula ketika sekitar 20 ribu warga muslim berunjuk rasa di Distrik Bhola, Bangladesh. Mereka memprotes unggahan Facebook seorang warga Hindu yang dianggap menghina Nabi Muhammad.

BACA JUGA: Bentrok, 87 Mahasiswa dan 9 Polisi Terluka

Pihak kepolisian menyebut bahwa akun Facebook tersebut diretas dan semua peretas telah ditahan. Namun massa tidak percaya dan tetap melanjutkan aksi protes berujung bentrok.

"Kami melepaskan tembakan kosong untuk membela diri ketika beberapa orang mulai melempari batu dengan petugas yang memaksa kami berlindung di sebuah gedung," kata Kepala Polisi di Bhola, Sarkar Mohammad Kaisar.

BACA JUGA: Demo Mahasiswa Masih Rusuh, Semakin Malam Bentrok Kian Keras

Akibat bentrok tersebut, sebanyak empat orang meninggal dunia dan seorang polisi mengalami luka tembak. Demi menghindari bentrokan lebih lanjut, penjaga perbatasan dan polisi tambahan telah dikirim ke Bhola bersama dengan helikopter yang berpatroli.

Pasca kejadian tersebut, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyerukan agar warga tetap tenang dan tidak terprovokasi. Dia juga mengatakan bahwa akun Facebook pria yang dituduh menghasut ketegangan agama itu diretas oleh seorang warga lain dengan tujuan menyebarkan kebohongan.

BACA JUGA: Dua Organisasi Kelompok Pemuda Bentrok, 15 Orang Ditetapkan Tersangka

"Kami melihat desas-desus tersebar di Facebook untuk menciptakan lingkungan anarki. Siapa mereka? Apa niat mereka?" kata Hasina mengatakan dalam pidatonya kepada anggota partai politiknya.

"Saya meminta warga negara untuk bersabar. Untuk mereka yang ingin memancing di air keruh, kami akan menemukan mereka dan mengambil tindakan terhadap mereka," tegasnya. (rmol/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler