Gawat! Ratusan Pemuda Antardua Kampung Kembali Saling Serang

Minggu, 16 Agustus 2015 – 12:45 WIB

jpnn.com - SERANG - Saling serang antarwarga kembali terjadi di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (15/8) malam. Kejadian ini diduga buntut dari kerusuhan kemarin malam.

"Tadi sekitar pukul 10.45 WIB malam, saling serang kembali terjadi di sini, namun belum sempat terjadi bentrokan seperti sebelumnya, hanya lempar-lemparan," ungkap seorang petugas keamanan dilansir Radar Banten (Grup JPNN.com), Minggu (16/8).

BACA JUGA: Pak Dirjen, Silakan Laksanakan Nasihat Anda sendiri

Kerusuhan ini melibatkan ratusan pemuda, antarKampung Kejayan dengan Kampung Pejaten, buntut dari kejadian kemarin yakni perselisihan ketidakpuasan pemilihan kepala desa.

"Ada sekitar 200 pemuda, dari kedua belah pihak saling serang di pas jembatan Kampung Kejayan. Mereka pada bawa bambu dan potongan kayu," jelasnya.

BACA JUGA: Polri Buka Lowongan, Begini Cara Daftarnya

Pada saat bentrokan terjadi, arus lalu lintas di jalan Serang - Cilegon sempat diblokir oleh petugas dan warga di sekitar lokasi kejadian. Nampak ratusan petugas gabungan Kepolisian dan TNI menyisir perkampungan dan berjaga-jaga untuk mengantisipasi kejadian bentrokan terulang kembali. Kendati demikian, arus lalu lintas sekitar lokasi kembali berjalan normal.

Bentrokan sebelumnya, empat orang menjadi korban. Para korban yaitu Opan (20) warga Kampung Pengarengan, Desa Pejaten mengalami luka sobek pada bagian kepala dan tangan.

BACA JUGA: Ya Ampun! Remaja Mengakhiri Nafas dengan Seutas Tali

Kemudian Roby (17) warga Kampung Kebagusan, Desa Pejaten mengalami luka pada betis kanan terkena petasan. Enjat (19) warga Kampung Pejaten, Desa Pejaten mengalami luka memar pada bagian kepala dan dada. Korban keempat adalah Alif Rifai (60) Kampung Kebagusan, Desa Pejaten dengan luka pada kaki terkena pecahan kaca.

Sementara itu, Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin berjanji akan menindak tegas warga Desa Pejaten yang terlibat tawuran.

"Setelah ini, kita tidak akan mengambil langkah-langkah persuasif, dan kita akan mengambil tindakan tegas. Kejadian malam ini, sebetulnya dampak dari kejadian kemarin, masih ada isu yang berusaha memprovokasi warga," kata Nunung kepada wartawan usai melakukan mediasi bersama warga, di Kantor Kecamatan Kramatwatu, Minggu (16/8) dinihari.

Sehingga kita dari polres dan kodim, terus melaksanakan kegiatan patroli dan penyisiran untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau ada warga yang kumpul-kumpul kita bubarkan," tegasnya.(radarbanten/ris/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Byuuurrr....Inalillahi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler