Gayus Bantah Pernah Tangani Perusahaan Bakrie

Rabu, 02 Februari 2011 – 16:56 WIB
Gayus Tambunan usai menjalani pemeriksaan di KPK, Rabu (2/2). Foto: Arun/JPNN

JAKARTA - Pengakuan demi pengakuan terus saja muncul dari Gayus TambunanMantan pegawai Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak yang hari ini diperiksa KPK itu, membantah menangani pajak 151 perusahaan, termasuk milik Grup Bakrie.

Bantahan Gayus itu disampaikan melalui pengacaranya, Hotma Sitompul, di KPK, Rabu (2/2)

BACA JUGA: Diperiksa KPK 6,5 Jam, Gayus Letih

“Semua itu tidak benar
Itu di antara yang dikatakan Gayus ke penyidik,” ujar Hotma kepada wartawan memberi keterangan usai mendampingi Gayus dalam pemeriksaan di KPK

BACA JUGA: Giliran Galang Koin untuk Politisi DPR



Menurut Hotma maraknya kabar 151 perusahaan, termasuk tiga perusahaan milik Bakrie, ternyata dilontarkan Gayus lantaran permintaan Staf Khusus Presiden yang juga Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Deny Indrayana
“Karena pengaruh Deny (Indrayana) rupanya sehingga ia (Gayus) mengutarakan hal tersebut,” tambah Hotma.

Karena itulah, sambung Hotma, Gayus akan buka-bukaan di KPK termasuk sangkaan yang dikenakan pada dirinya saat menjadi pesakitan di Mabes Polri

BACA JUGA: Hanura Minta Pemerintah Tidak Otoriter

Gayus juga akan membuka praktik penyimpangan pajak di institusi yang pernah menjadi tempatnya mengabdi“Nanti Jumat pemeriksaan lanjutan,” sambung Hotma

Apakah Deny Indarayana perlu dihadirkan oleh KPK terkait dengan pemeriksaan Gayus yang ternyata selama ini bertolak belakang dengan proses hukum yang dijalani dia sebelumnya, Hotma enggan menanggapinya“Itu tergantung KPKApakah mereka membutuhkan atau tidak,” ucapnya.

Hotma meyakini bahwa KPK memiliki kemampuan untuk membuat permasalahan tersebut menjadi terang benderang“Kita yakin KPK bisa menelusurinya,” tukas pengacara kawakan ini meyakinkan.(mur/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lacak Kecurangan CPNS, Tim Investigasi segera ke Daerah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler