Gedung Baru Bareskrim Bakal Berlantai 17, Begini Cerita Pak Buwas

Kamis, 20 April 2017 – 19:24 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (nomor 2 dari kanan) dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso (nomor 2 dari kiri) dalam acara groundbreaking pembangunan gedung baru Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (20/4). Foto: Elfany Kurniawan/JawaPos.Com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso punya andil besar dalam mewujudkan pembangunan gedung baru bagi Bareskrim Polri.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahkan menyatakan, tanpa kegigihan Buwas -panggilan Budi Waseso- belum tentu BAreskrim Polri segera punya gedung baru yang mentereng.

BACA JUGA: Bareskrim Bakal Punya Gedung Baru, Kapolri Memuji Pak Buwas

Buwas pun bercerita soal itu. Semasa masih menjadi Kabareskrim, jenderal polisi asal Pati, Jawa Tengah itu memang getol memperjuangkan gedung baru bagi korps elite di Mabes Polri tersebut.

“Saya memang menginisiasi,” ujarnya saat menyampaikan kata sambutan pada peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/4). “Di kala saya menjadi Kabareskrim, ternyata banyak sekali permasalahan di internal Bareskrim.”

BACA JUGA: Dua Rombongan Jenderal Polri Blusukan demi Pastikan Jakarta Aman

Buwas menuturkan, kondisi saat itu seperti sedang berebutan dan bergantian dalam menggunakan ruang untuk melakukan pemeriksaan. Apalagi Bareskrim juga harus menyimpan dokumen-dokumen penting.

"Penyimpanan arsip yang begitu bertumpuk karena memang ruangannya tidak ada. Kemudian kami lihat juga tahanan yang sudah terlalu penuh karena memang tidak memadai,” beber mantan Kapolda Gorontalo ini.

BACA JUGA: Tour of Duty, Irjen Boy Rafli Dimutasi Jadi Kapolda Papua

Buwas menambahkan, kondisi gedung Bareskrim sebelum dibongkar sudah sangat tidak layak dan kusam. Gedung berlantai empat itu sudah rusak di bagian atapnya.

“Berbahaya dan sudah mulai retak-retak. Sehingga pada saat itu saya bercerita kepada Pak Presiden terus saya berharap beliau hadir melihat sendiri gedung Bareskrim pada saat itu,” tutur Buwas.

Ternyata Presiden Joko Widodo memberi respons positis. “Akhirnya beliau bilang, ‘separah itu Pak Buwas?’. Siap, Pak. Kalau bapak mungkin tidak percaya nanti beberapa saat lagi menunggu gedung Bareskrim runtuh, Pak. Saya bilang begitu ke Pak Presiden Jokowi,” katanya mengenang dialognya dengan Presiden Jokowi.

Karenanya Presiden Jokowi menyetujui usulan tentang pembangunan gedung baru bagi Bareskrim. Untuk itu, Buwas dimina menyiapkan rencana pembangunannya.

Namun, Presiden Jokowi hanya memberi waktu selama 10 hari ke Buwas untuk menyiapkannya. "Pada saat itu Pak Presiden hanya minta waktu sigap, sepuluh hari sudah ada perencaannya dan maketnya. Itu yang sangat luar biasa sehingga pada waktu itu saya segera membuat itu pada akhirnya saya sajikan ke Bapak Presiden. Lantainya 17," katanya.

Buwas juga mengaku memiliki cerita tersendiri soal angka 17 itu. Menurutnya, bangunan berlantai 17 juga demi antisipasi ke depan.

"Lantai 17 itu untuk perhitungan 20 tahun ke depan dengan segala pertimbangan kita pada saat itu designya. Tiba-tiba terhitung harus 17 lantai,” katanya.

Namun, ada juga kisah lain di balik angka 17 itu. Angka itu juga keramat bagi Indonesia yang merdeka pada 17 Agustus 1945. Selain itu, angka 17 jika dijumlahkan menjadi 8 yang berarti keberuntungan dalam kepercayaan Tionghoa.

“Angka delapan di China itu hoki karena enggak putus, jadi mudah-mudahan ini tidak putus, Pak Kapolri,” terang dia.

Harapan Buwas, gedung baru Bareskrim sudah bisa ditempati pada 2019. Menurutnya, upayanya hanya sebagai niat baik bagi Polri ke depan.

"Sekali lagi saya hanya menginisiasi supaya bagaimana kepolisian ke depan lebih baik, baik dari tampilannya, maupun pekerjaannya. Karena memang tantangan Polri ke depan akan semakin berat,” pungkasnya.(elf/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bareskrim Garap Pengusaha untuk Kasus Wi-Fi Almaidah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Polri   Bareskrim   Budi Waseso   Buwas  

Terpopuler