Gegara Masalah Asmara, Mahasiswi Disiram Air Keras

Senin, 04 Mei 2020 – 11:05 WIB
Ilustrasi tindak kekerasan terhadap perempuan. Foto: Dokumen JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA SELATAN - Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, memburu pelaku penyiraman air keras kepada seorang wanita, yang diduga dilakukan seorang pria di kawasan Duren Tiga, Pancoran, yang viral di media sosial.

"Pelaku masih dalam pencarian tim kepolisian," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto, saat dikonfirmasi Senin di Jakarta.

BACA JUGA: Advokat Peradi Sesalkan Aksi Kekerasan Oknum Polres Mabar Kepada 9 Pemuda di Labuan Bajo

Irwan menyebutkan, hasil penyelidikan sementara antara wanita yang menjadi korban penyiraman air keras dengan pelaku diduga saling kenal.

Pria tersebut menyiram wanita yang masih berstatus mahasiswi tersebut dengan motif persoalan pribadi (asmara).

BACA JUGA: Bareskrim Dituding Lakukan Kekerasan terhadap Saksi Kasus Penghinaan Jokowi

"Pelaku dan korban saling kenal. Motifnya masalah pribadi," kata Irwan.

Peristiwa penyiraman air keras kepada mahasiswa tersebut berawal dari sebuah video yang diunggah di media sosial pada Minggu (2/5).

BACA JUGA: Perkembangan Terbaru Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Video amatir yang diambil oleh warga berdurasi 33 detik itu memperlihatkan seorang wanita duduk di trotoar pinggir jalan dikerumunin warga sedang mengusap-usap wajahnya.

Seorang warga tampak menolong wanita tersebut membawakan air dengan ember untuk menyiramkan mukanya. Di sekitar lokasi juga terdapat anggota Polisi yang sedang bertugas membantu menenangkan wanita tersebut.

Dalam narasi video tersebut disebutkan bahwa wanita tersebut adalah korban penjambretan yang disiram dengan air keras.

Irwan menegaskan bahwa kejadian dalam video tersebut bukan peristiwa penjambretan, melainkan persoalan asmara yang terjadi di jalan Duren Tiga, Depan Kampus Trilogi, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

"Info sesuai hasil rekaman video tersebut bukan begal, namun setelah dilakukan penyelidikan merupakan dugaan penganiayaan dengan cara siram air keras," kata Irwan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler