Gejolak di Internal Koalisi Pendukung Jokowi Makin Kentara

Jumat, 09 Agustus 2019 – 05:16 WIB
Para ketua umum partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja saat mendaftarkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai capres-cawapres di KPU, Jumat (10/8). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dari Pusat Pengkajian Peradaban Bangsa (P3B) Ahmad Yani menilai, usai Pemilu 2019 sebenarnya mulai terlihat gejolak di internal koalisi partai pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Gejolak itu mencuat seiring keinginan partai mendapatkan jatah kursi menteri banyak di kabinet Jokowi-Ma’ruf.

BACA JUGA: Fadli Zon: Pemerintah yang Akan Datang Tugasnya Berat

"Isyarat sudah ada. Sudah ada gejolak. Maka itu, kemarin ada pertemuan Teuku Umar dan Gondangdia," kata Yani ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/8).

Dalam catatan Yani, beberapa partai telah mengincar kursi banyak di kabinet Jokowi. Nasdem dan PKB telah mengungkapkan keinginan itu di awal. Teranyar, keinginan mendapatkan kursi menteri banyak disampaikan PDI Perjuangan.

BACA JUGA: Gerindra Jangan Takut Ditinggal Pendukung jika Gabung ke Barisan Jokowi

"Makanya saya setuju pernyataan Rocky Gerung, yang gejolak itu ada di kubu Jokowi," ucap dia.

BACA JUGA: Bos Perusahaan Rokok yang Dikenal Dermawan Itu Meninggal karena Kanker

BACA JUGA: Pak Jokowi, Jangan Pilih Menteri Muda karena Kekuatan Bapaknya

Menurut dia, Jokowi wajib menjaga stabilitas partai koalisi agar gejolak tidak berujung konflik. Jokowi sebagai pimpinan koalisi harus pintar menyusun kabinet agar tidak muncul kecemburuan di antara sesama partai.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Mengaku Semakin Pusing

"Target partai itu, begitu kok (mendapat menteri banyak). Kan wapres sudah tidak bisa. Kalau sudah menteri nanti diturunkan lagi, Dubes," ungkap dia. (mg10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi: Sudah Saya Sampaikan, Koalisi Baik – baik Saja


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler