Gelar Business Matching Batch 2 di Yogyakarta, Kemnaker Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 06 Desember 2023 – 06:56 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat membuka Business Matching TKM Batch 2 2023 di Kota Yogyakarta, Selasa (5/12). Foto: Dokumentasi Humas Kemnaker

jpnn.com, YOGYAKARTA - Menteri Ketengakerjaan Ida Fauziyah mengatakan Business Matching Lanjutan bertujuan mendorong dan memfasilitasi pertemuan antara tenaga kerja mandiri (TKM) atau usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan para mitra investor, buyer atau off taker, filantropi dan lembaga jasa keuangan.

Hal ini disampaikan Menaker Ida Fauziyah saat membuka secara langsung Business Matching TKM Batch 2 2023 di Kota Yogyakarta, Selasa (5/12).

BACA JUGA: Kemnaker Gelar Konferensi Pengawasan Ketenagakerjaan ASEAN ke-12, Ini yang Dibahas

Business Matching Batch 2 yang bertajuk 'Semangat Kolaborasi dan Bersinergi Untuk Negeri' merupakan puncak dari kegiatan penciptaan TKM Lanjutan yang dilakukan oleh Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.

"Dari Business Matching Lanjutan ini diharapkan ada keberlanjutan bisnis antara TKM dengan para mitra agar ke depannya UMKM dapat naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih powerfull," kata Menaker Ida Fauziyah.

BACA JUGA: Kemnaker Terus Tingkatkan Produktivitas SDM Melalui Pembangunan BLK Komunitas

Menaker Ida menyampaikan saat ini UMKM memegang peran penting bagi kondisi perekonomian Indonesia dengan menyumbangkan 61 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, UMKM mampu menyerap 96,9 persen dari total penyerapan tenaga kerja, atau setara dengan 67 juta orang.

BACA JUGA: Kemnaker Gelar Naker Award 2023, Anugerahi Sejumlah Gubernur dan Perusahaan, Berikut Daftarnya

"Namun demikian angka tersebut masih belum memadai," ujar Ida Fauziyah.

Dibandingkan dengan negara tetangga, rasio kewirausahaan Indonesia berkisar di angka 3,47 persen, tertinggal dari Malaysia maupun Thailand yang angka rasio kewirausahaan sudah diatas 4 persen atau Singapura yang mencapai 8,6 persen.

"Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia, termasuk menetapkan target jangka pendek sebesar 4 persen pada tahun 2024," terangnya.

Menaker Ida Fauziyah menambahkan pihaknya sedang mengemban tugas bersama untuk menurunkan angka pengangguran, kemiskinan ekstrem hingga meningkatkan kuantitas dan kualitas UMKM.

"Diperlukan solusi dari berbagai pihak agar tugas bersama tersebut dapat diselesaikan secara paripurna," imbuhnya.

Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Haiyani Rumondang menambahkan Business Matching dilaksanakan untuk memberikan penguatan kepada TKM agar mampu berkembang sehingga mampu berkontribusi dengan perluasan kesempatan kerja.

"Dari penguatan TKM itu, dapat meningkatkan kolaborasi dan sinergitas antara TKM dengan mitra usaha," kata Dirjen Haiyani. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler