Gelar CVC di Tiga Daerah, Bea Cukai Beri Pelayanan Terbaik

Selasa, 14 Desember 2021 – 21:37 WIB
Bea Cukai menggelar kegiatan CVC di Bogor, Gresik, dan Merak. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai memanfaatkan momentum akhir tahun untuk melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) di berbagai daerah.

Kali ini, kegiatan CVC diinisiasi Bea Cukai di Bogor, Gresik, dan Merak dengan mengunjungi stakeholder di setiap wilayah.

BACA JUGA: Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Lampaui Target Penerimaan Pajak

“Bea Cukai berkesempatan menginformasikan kebijakan kepabeanan dan cukai terbaru kepada masyarakat, memahami proses bisnis pengguna jasa, serta mencari solusi,” ungkap Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai Tubagus Firman Hermansjah.

Bea Cukai Bogor melaksanakan CVC dengan mengunjungi gudang berikat milik PT Terang Dunia Internusa (TDI).

BACA JUGA: Wujud Bea Cukai Tingkatkan Sinergi untuk Optimalkan Ekspor Nasional

PT itu merupakan salah satu perusahaan manufaktur sepeda terbesar di Indonesia yang melahirkan merek-merek besar.

Misalnya, seperti United, Genio, Patrol, dan Avan.

BACA JUGA: Bea Cukai Beri Izin Operasional KIHT di Pamekasan untuk Berantas Rokok Ilegal

Perusahaan ini menghasilkan sepeda motor listrik untuk dipasarkan secara global.

Bea Cukai Bogor juga memberikan beberapa asistensi dalam hal kewajiban administrasi.

Kemudian, dilanjutkan dengan melaksanakan factory tour guna menilik fasilitas gudang berikat yang dimanfaatkan PT TDI.

Setelah melaksanakan factory tour, kegiatan CVC ditutup dengan diskusi singkat.

Kegiatan CVC juga diinisiasi Bea Cukai Gresik yang mengunjungi PT Batara Elok Semesta Terpadu di Kawasan Industri Maspion, Gresik.

Selain asistensi, Bea Cukai Gresik memastikan perusahaan telah mendapatkan fasilitas pelayanan terbaik.

Jadi, seluruh proses bisnis di bidang kepabeanan di perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Bea Cukai Gresik bersama Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat Bea Cukai dan Kanwil Bea Cukai Jatim I mengunjungi Kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

Dengan total area 3 ribu hektare, kawasan ini terdiri atas industri, pelabuhan umum multifungsi, dan hunian berkonsep kota mandiri.

Firman menuturkan, pada Oktober, JIIPE diresmikan sebagai kawasan ekonomi khusus dalam bidang industrial. 

Karena itu, JIIPE mendapatkan fasilitas dan kemudahan untuk pelaku usaha KEK. 

Dalam kunjungannnya ini, dilakukan peninjauan lapangan ke dermaga untuk melihat kesiapan lalu lintas barang.

Setelah kunjungan ke JIIPE, dilanjutkan ke Desa Wedani yang merupakan Desa Devisa Sarung Tenun.

Masyarakatnya berprofesi sebagai perajin tenun dan menghasilkan produk berorientasi ekspor.

Terakhir, CVC dilakukan Bea Cukai Merak yang mengunjungi PT Golden Harvest Cocoa Indonesia. 

Bea Cukai Merak memberikan pemaparan terkait beberapa fasilitas kepabeanan yang dimanfaatkan perusahaan.

Salah satunya, fasilitas pusat logistik berikat (PLB) untuk mempermudah kebutuhan perusahaan atas pasokan bahan baku industri.

''Lewat kegiatan CVC, perusahaan dapat memaksimalkan fasilitas yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan kualitas, menyerap banyak tenaga kerja, dan memajukan perekonomian,” pungkas Firman. (mrk/jpnn)

VIDEO: SETOP PEREDARAN ROKOK ILEGAL!


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler