Gelar IMEC 2023, Aspebindo Ajak Seluruh Pihak Rumuskan Strategi Hilirisasi

Kamis, 21 Desember 2023 – 06:24 WIB
Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batu Bara (Aspebindo) menggelar Indonesia Mineral and Energy Conference (IMEC) 2023, Selasa (19/12) di Jakarta. Foto: dok Aspebindo

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batu Bara (Aspebindo) menggelar Indonesia Mineral and Energy Conference (IMEC) 2023, Selasa (19/12) di Jakarta.

Ketua Aspebindo Anggawira mengatakan lewat konferensi yang diikuti lebih dari 100 perusahaan pertambangan itu telah dirumuskan beberapa strategi kolaborasi dalam hal pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara.

BACA JUGA: Mentan Amran Tekankan Pentingnya Hilirisasi Sawit di Indonesia

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi perubahan arah pemanfaatan energi di dunia internasional maupun di dalam negeri terkait program hilirisasi dan transisi energi.

Anggawira menjelaskan bahwa IMEC 2023 sangat penting diselenggarakan karena saat ini para pengusaha pertambangan mineral dan batu bara membutuhkan banyak informasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan perubahan yang akan terjadi baik di lingkup nasional maupun internasional.

BACA JUGA: Hilirisasi Sawit di Indonesia Catatkan Kemajuan

"Setidaknya ada dua isu besar yang perlu disikapi dengan cepat dan tepat yaitu terkait program hilirisasi hasil pertambangan yang akan terus dikembangkan dan isu transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT)," ungkap Anggawira seperti dikutip di Jakarta, Kamis (21/12).

Kedua isu tentu akan mempengaruhi peta jalan pengelolaan sumberdaya mineral dan batu bara yang selama ini berlaku. Karena itu, kalangan pengusaha perlu mempelajari berbagai kemungkinan untuk membuat perencanaan adaptasi bisnis agar dapat bertahan.

"IMEC kali ini merupakan konferensi kedua yang kami selenggarakan. Konferensi ini sangat dinanti para anggota karena di sinilah tempat bertemu praktisi, akademisi, birokrasi dan semua pemangku kepentingan dunia pertambangan mineral dan batu bara," ujar Anggawira.

Dia menyebutkan bahwa melalui konferensi IMEC 2023 peserta bisa mendapatkan gambaran perubahan yang akan terjadi. Sehingga masing-masing perusahaan dapat menyusun program penyesuaian arah bisnis sesuai dengan kondisi yang akan terjadi.

Adapun IMEC yang sudah dua kali terselenggara ini sebagai wujud keseriusan Aspebindo dalam membangun komunikasi dengan berbagai kalangan untuk melayani kebutuhan para anggota. Aspebindo ingin bisnis setiap anggota dapat terus berkembang dalam berbagai situasi.

"Anggota Aspebindo merupakan mitra sekaligus aset strategis bagi Pemerintah dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang hasilnya ditujukan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia.

Mengingat pentingnya kedudukan tersebut maka Aspebindo merasa perlu membuat program pembinaan dalam berbagai bentuk agar anggotanya dapat beradaptasi menghadapi berbagai perubahan," terang Anggawira.

IMEC 2023 yang mengusung tema "Outlook of Indonesia Mineral and Energy Sector in The Presidential Era" menghadirkan pembicara dari Menteri ESDM, Arifin Tasrif,  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,  Sandiaga Uno, President Director PT Pertamina Gas Negara, Arief Setiawan Handoko, President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas dan sejumlah pimpinan perusahaan tambang mineral dan batu bara lainnya.

Aspebindo adalah organisasi non pemerintah yang melakukan usaha dalam menunjang dan membantu usaha anggota dalam bidang energi dan batu bara.

Anggota Aspebindo kini lebih dari 100 perusahaan yang terdiri dari perusahaan perdagangan, perusahaan pemilik tambang batu bara serta perusahaan yang bergerak dibidang energi minyak dan gas atau energy terbarukan.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler