Gelar Kopdar, FIM Ajak Mahasiswa untuk Sukseskan Gerakan Pilpres 2024 Sekali Putaran

Senin, 08 Januari 2024 – 23:26 WIB
Koordinator Nasional Formasi Indonesia Moeda (FIM) Syifak Muhammad Yus saat menggelar Kopi Darat (Kopdar) bersama ratusan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi di Jawa Barat di Bandung, Senin (8/1/2024). Foto: Dok. FIM

jpnn.com, JAKARTA - Ratusan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi di Jawa Barat hadir dalam kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Formasi Indonesia Moeda (FIM) di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/1/2024).

Kegiatan bertajuk “Kawal Agenda Rakyat: Pilpres 2024 Sekali Putaran untuk Indonesia Maju” dihadiri berbagai elemen organisasi dan aktivis mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

BACA JUGA: Selain Bagikan Susu Gratis, Relawan GSP Babel Juga Sosialisasikan Pilpres 2024 Sekali Putaran

Mereka antara lain berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Pasundan, Universitas Katolik Parahyangan Bandung dan puluhan kampus lainnya yang sudah dikoordinasikan oleh Formasi Indonesia Moeda.

Koordinator Nasional FIM Syifak Muhammad Yus mengatakan FIM menggelar Kopdar bersama ratusan aktivis mahasiswa di berbagai kampus di Jawa Barat untuk membawa semangat persatuan Indonesia dan menggalang gerakan nasional generasi muda untuk Pilpres 2024 sekali putaran.

BACA JUGA: Ratusan Mahasiswa Yogyakarta dan FIM Serukan Pilpres 2024 Sekali Putaran

Menurut Syifak, FIM secara konsisten mengawal agenda rakyat dengan mendukung Pilpres 2024 sekali putaran. Ia juga mengajak elemen gerakan mahasiswa agar menyosialisasikan gagasan itu ke publik luas, terutama sesama generasi muda dan masyarakatdi lingkungan kampusnya.

“Kami ingin Pilpres 2024 itu berjalan sekali putaran, terutama karena alasannya kita ingin menghindari polarisasi ekstrem, sebab pengalaman kita dalam beberapa kontestasi politik, polarisasi itu sangat tidak baik bagi Bangsa Indonesia, kita tidak ingin ada pembelahan sosial terlalu dalam hanya karena perbedaan pilihan di pilpres,” kata Syifak

BACA JUGA: Saleh Menilai Anies Sengaja Ingin Menjatuhkan Prabowo di Debat Capres

Selain menghindari polarisasi ekstrem, Pilpres 2024 sekali putaran juga mampu menghemat anggaran sampai Rp 27 triliun, dan anggaran sebesar itu menurutnya bisa dialokasikan ke program kemaslahatan masyarakat Indonesia.

“Kenapa harus sekali putaran supaya laju pembangunan, laju ekonomi kita tidak terhambat karena pelaku ekonomi itu butuh kepastian, siapa pemimpin ke depan. Nah kalau sampai tanggal 14 Februari presidennya masih harus diulang pemilihannya, artinya kan ada stagnasi, ada stagnasi antara pelaku ekonomi juga, yang kita khawatirkan menciptakan ketidakstabilan politik itu sebenarnya maksud dari agenda ini,” ucapnya.

Pilpres sekali putaran, lanjut Syifak, diapresiasi oleh para ekonom dan pelaku pasar saham. Hal itu tercermin dari adanya potensi positif dari Pilpres 2024 sekali putaran dalam mengatrol Index Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mampu tembus mencapai 7.700 - 8.000 dan hal itu akan menjadi rekor.

“Jika pilpres sekali putaran IHSG akan mencapai 7.700-8.000 ini sesuatu yang gak pernah terjadi sebelumnya, paling tinggi IHSG itu 7.200," ucapnya.

Menurut Syifak, perwakilan mahasiswa yang hadir dalam Kopdar FIM ini mendukung penuh gagasan Pilpres 2024 sekali putaran.

Mereka juga, kata Syifak mendukung pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka agar pondasi ekonomi yang telah dibangun Presiden Jokowi bisa dilanjutkan.

“Itu jelas, ya, sekali putaran itu berarti memenangkan Prabowo-Gibran karena gak mungkin memenangkan Ganjar yang surveinya rendah, tidak mungkin juga memenangkan Anies yang surveinya rendah," ujar Syifak.

"Nah acara ini mengajak anak muda mensukseskan pilpres sekali putaran, dan memastikan bahwa anak muda memilih Prabowo-Gibran karena representasi anak muda hanya ada di koalisai Prabowo-Gibran, tidak ada di pasangan calon yang lain,” tambahnya

Lebih jauh Syifak mengatakan mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Barat, khususnya di kota Bandung bersepakat bahwa persatuan nasional itu harus dijaga dan simbol persatuan nasional itu ada pada diri Prabowo Subianto.

Menurut dia, Prabowo bukan hanya tokoh pemersatu, ia juga dinilai sosok yang mampu meneruskan pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi, salah satunya terkait komitmen meneruskan hilirisasi industri.

“Yang kedua bahwa hilirisasi industri itu harus tetap berjalan, pembangunan ibu kota negara juga harus tetap berjalan, laju pertumbuhan ekonomi yang sudah dijalankan oleh Pak Jokowi sebelumnya harus dilanjutkan, makanya mahasiswa di sini sepakat untuk berkelanjutan Pak Jokowi itu hanya ada di Prabowo-Gibran,” harapnya.

Program hilirisasi yakni nikel, kata Syifak, mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi provinsi Maluku Utara menjadi yang tertinggi secara nasional.

“Saya cek data Badan Pusat Statistik (BPS), rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia diraih Maluku Utara sebesar 23,89% secara tahunan pada triwulan II-2023. Dengan hilirasi industri, Syifak menilai ekonomi di luar Jawa dapat tumbuh siginifikan seperti yang terjadi di Maluku Utara," ujarnya.

Syifak optimistis program hilirisasi akan berlanjut dengan baik oleh Prabowo, pasalnya, capres nomor 2 itu memiliki keberanian dan kemandirian politik yang tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun mengingat posisinya sebagai ketua umum partai.

“Nah, berbeda dengan kandiat lain, Prabowo itu punya keberanian dan kemandirian politik. Pak Prabowo yang kapasitasnya sebagai ketun parpol besar punya kekuatan penuh dalam mengawal agenda hilirisasi," ungkap Syifak.

"Kita juga realistis, dari data survei itu kan yang berpeluang besar menang sekali putaran itu hanya ada di pasangan 02, elektabilitasnya sudah di atas 46 persen, Prabowo jadi pilihan rasional buat kita," ujar Syifak.

Di tempat yang sama, Koordinator Daerah FIM Jawa Barat Risman mengatakan, salah satu tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan gerakan sekali putaran di Pilpres 2024 kepada para mahasiswa dan anak muda yang menjadi tumpuan kemajuan bangsa.

“Untuk sedikit maksud dan tujuan nya dengan ada nya agenda ini yang pertama kita tentu untuk mendukung sekali putaran, biar tidak terjadi polarisasi itu yang pertama karena kita sama-sama tahu bahwa ketika pilpres 2 putaran itu sudah banyak terjadi polarisasi. Bukan hanya pilpres, pilkada juga sama kayak gitu kan,” ujarnya.

Risman menjelaskan alasan lain FIM bersama ratusan mahasiswa dari Bandung mendukung gerakan sekali putaran Pilpres 2024 adalah penghematan anggaran oleh negara, dan anggaran tersebut bisa digunakan untuk membangun jalan-jalan, membangun alat transportasi, membangun pusat-pusat kesehatan dan pendidikan secara merata di Indonesia.

“Demi kemajuan Bangsa Indonesia yang hari ini kan kita sama-sama tahu bahwa kita harus melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Jokowi, hari ini untuk berjuang dan berkelanjutan. Nah, gerakan sekali putaran dan memenangkan Pak Prabowo-Gibran itu langkah yang tepat,” bebernya.

Dia mengatakan untuk pendapat sekali putaran ini rata-rata dari mahasiswa. Dalam diskusi mahasiswa itu menghemat anggaran, karena kita kan bisa memakai misalkan kalau pemilu ini menghabiskan beberapa triliun, bisa dimanfaatkan digunakan dana tersebut untuk membangun tiap-tiap desa.

“Bahkan di tempat saya sendiri dengan kepemimpinan Jokowi hari ini alhamdulillah di kebun-kebun juga sudah dibangun jalan-jalan untuk mendekatkan antara petani dengan pasar,” ujarnya.

Risman pun menyerukan agar mahasiswa dan anak-anak muda yang menjadi penentu kemenangan di Pilpres 2024 bersama-sama untuk memenangkan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden periode 2024-2029.

“Kalau dari saya pribadi khususnya untuk Formasi Indonesia Moeda di wilayah Jawa Barat dengan melihat beberapa hasil survei tersebut, mau tidak mau kita harus dukung pembangunan untuk keberlanjutan dari nomor 2. Dan kami pastikan mendukung nomor 2 untuk sekali putaran,” pungkas Risman.(fri/jpnn)

 



Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler