Gelar Ngaji Kebangsaan demi Islam dan Nasionalisme

Minggu, 22 Januari 2017 – 10:50 WIB
NGAJI KEBANGSAAN: Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (paling kiri) bersama Ketua Umum Bamusi Prof Dr Hamka Haq (tengah) dan KH Nuril Arifin (paling kanan) dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan di pelataran kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1) malam. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com - jpnn.com - PDI Perjuangan berencana menggelar Ngaji Kebangsaan secara berkala. Tujuannya adalah menguatkan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Hal itu tercetus saat partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menggelar Ngaji Kebangsaan di pelataran kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1) malam. Acara itu menghadirkan KH Nuril Arifin alias Gus Nuril sebagai pembicara.

BACA JUGA: Panas-Panasan sambil Hafalkan Pancasila

Menurut Ketua DPP PDIP Bidang Keagamaan Hamka Haq, Ngaji Kebangsaan juga sebagai cara bahwa partainya akan terus memelopori gerakan kebangsaan. "Dengan kegiatan ini, kita meneguhkan bahwa pengamalan beragama, pengamalan Islam itu secara otomatis memperkuat nasionalisme," kata Hamka.

Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipercaya memimpin organisasi sayap PDIP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu menegaskan, belakangan ini nasionalisme seolah terus dibenturkan dengan hal-hal keagamaan. Bahkan, katanya, ada gerakan-gerakan yang mempersoalkan Pancasila yang sudah menjadi dasar negara.

BACA JUGA: Hamka Haq: Tuduhan PDIP Anti-Islam, Itu Tidak Benar

"Ada yang ingin ganti Pancasila sebagai dasar negara, ada yang mulai meneriakkan khilafah, ini kan mengarah ke ISIS," ujar guru besar ilmu tafsir Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar itu.

Yang akhir-akhir ini marak, katanya, adalah pelecehan terhadap Pancasila dan Bung Karno sebagai perumusnya, hingga penghinaan atas bendera Dwiwarna Merah Putih. Karenanya Hamka menegaskan, kegiatan semacam Ngaji Kebangsaan itu bisa menjadi cara untuk mengonsolidasikan kekuatan relijius dengan nasionalis.

BACA JUGA: Inilah Strategi Baru PDIP demi Ahok-Djarot

“Jadi kita mengamalkan Islam, dalam rangka memperkuat nasionalisme. Tidak ada pertentangan bahkan Islam atau suatu agama akan semakin kokoh dengan memperkuat nasionalisme," urainya.

Sedangkan Gus Nuril yang menjadi penceramah di acara itu mengatakan, Ngaji Kebangsaan perlu digalakkan di tengah adanya upaya pihak-pihak yang ingin memecah belah NKRI. Sebab, katanya, tidak ada pertentangan antara Islam dengan Pancasila.

"Penting untuk kembali ke nilai kebangsaan kita, agar jangan ada upaya membenturkan agama dengan Pancasila. Jangan dihancurkan sendi kebangsaan, yang sudah dikokohkan para pendiri bangsa," tegasnya.

Namun, Gus Nuril juga mengharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga kader PDIP membuat gerakan lebih masif tentang upaya menggelorakan Pancasila. Menurutnya, meski Jokowi dari PDIP namun kini tugasnya adalah melayani seluruh rakyat Indonesia. “Dan saya berharap pada Mas Jokowi (untuk menggencarkan upaya menguatan pemahaman atas Pancasila, red),” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid itu mengatakan, upaya menangkis ancaman terhadap Pancasila dan NKRI bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri. Sebab, semua elemen harus bersatu.

"TNI harus hadir dalam menghadapi ancaman ini. Tidak cukup hanya dibebankan kepada Polri. Kita harus satu padu, dalam menghadapi ancaman ini,” tegasnya.

Sedangkan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku senang dengan kegiatan Ngaji Kebangsaan yang digelar Bamusi itu. "Ini semangat bersama dan menunjukkan komitmen yang kuat dalam masalah kebangsaan," katanya.(mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Habib Rizieq: Mari Rembuk untuk Menyelamatkan Indonesia


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler