Gelar Tarian Perang sebelum Umbar Tembakan

Minggu, 06 April 2014 – 06:35 WIB

jpnn.com - JAYAPURA-Kontak senjata antara TNI-Polri dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) terjadi di Perbatasan RI-PNG, tepatnya di Kampung Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, sejak pukul 08.30 WIT hingga pukul 15.30 WIT, Sabtu (5/4).

Selain kontak senjata, terjadi pula pengibaran Bendera Bintang Kejora disertai pengrusakan fasilitas perbatasan, termasuk pembakaran satu unit bangunan car wash.

BACA JUGA: Rem Blong, Bus Terguling, 4 Siswa Tewas

Akibat kontak senjata tersebut, anggota Intel Kodim 1701/Jayapura, Serma Tugino, mengalami luka tembak di pelipis kanan. Sedangkan Kapolres Jayapura Kota, AKBP Alfred Papare mendapatkan luka di wajah dan tangan kanan akibat serpihan kaca mercusuar setelah diberondong peluru oleh KSB.

Sementara dari pihak KSB, menurut informasi ada empat orang yang mendapatkan luka tembak yang kemudian dibawa kabur masuk ke dalam hutan.
 
Informasi yang diterima Cenderawasih Pos (Grup JPNN), bahwa KSB tersebut merupakan kelompok dari Mathias Wenda dan pengikutnya berjumlah sekitar 40 anggotanya.
 
Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Hinsa Siburian yang memimpin operasi tersebut mengatakan bahwa pihaknya masih mencoba melakukan dialog dengan anggota KSB untuk mengetahui motifnya.

BACA JUGA: Berharap Garuda Layani Jalur Perintis ke Natuna

“Kita masih mencoba mengetahui motifnya, kita mau melakukan dialog namun belum bisa,”ungakapnya kepada Cenderawasih Pos di TKP.

Adapun kronologisnya, jelas Kasdam, adalah pada pukul 07.00 WIT sekelompok massa yang berjumlah sekitar 40 orang melakukan tari-tarian adat di perbatasan wilayah Indonesia yang disinyalir merupakan tari perang.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Tawarkan Program Khusus Bagi Pengidap Kanker

Setelah melakukan tarian tersebut, mereka kemudian mulai merusak dan membakar fasilitas perbatasan dan mengeluarkan tembakan kepada anggota yang siaga sejak pukul 07.30 WIT.

“Mereka melakukan pengrusakan dan penembakan ke pos polisi depan imigrasi. Rupanya mereka ingin memancing kita untuk masuk ke daerah mereka, karena kita tahu bahwa jika kita menyerang ke depan mereka akan lari ke wilayah PNG dan kita tidak bisa masuk. Jadi kita standby meskipun mereka terus melakukan penembakan,” tambah Kasdam.

Hingga pukul 15.30 WIT, rentetan tembakan masih terdengar dari pihak KSB yang mengarah ke arah anggota Kodam yang berjaga. Dan tembakan tersebut baru berhenti setelah dua Kendaraan Anoa dari Kodam datang untuk memback-up anggota TNI yang hendak menurunkan Bendera Bintang Kejora.

Setelah penurunan bendera tersebut, anggota TNI berkordinasi dengan Tentara PNG untuk saling berjaga di kawasan masing-masing hingga esok hari.

“Jadi sesuai prosedur kita menembak di ujung laras saja. Personil yang kita turunkan sekitar 1 Kompi dari Yonif 751/R, Pasukan Pamtas, dan ada dari Brimob 1 Peleton,” tegasnya. (rib/jo/wen)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ancang-ancang Rekrut 200 Petugas Satpol PP


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler