Gelombang Ketiga COVID-19 Lebih Dahsyat, Korsel dalam Situasi Gawat

Senin, 07 Desember 2020 – 05:58 WIB
Warga memakai masker untuk melindungi diri dari penularan virus corona di Seoul, Korea Selatan. Foto: REUTERS/KIM HONG-JI

jpnn.com, SEOUL - Strategi lockdown dan pengendalian ketat yang dipakai Korea Selatan (Korsel) membuat negara tersebut berulang kali dihantam gelombang COVID-19. Saat ini Negeri Ginseng tengah bertarung melawan gelombang ketiga wabah.

Kemarin, Minggu (6/12), pemerintah Korsel melaporkan tambahan 631 kasus baru. Jumlah itu merupakan yang tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.

BACA JUGA: Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia, Kapan Disuntikkan kepada Rakyat?

Gelombang ketiga yang kini menghantam Korsel tampaknya memang lebih dahsyat ketimbang gelombang-gelombang sebelumnya.

Hal itu terlihat dari respons pemerintah yang lebih ketat.

BACA JUGA: Puluhan Santri Ponpes di Bulungan Terpapar Covid-19

Di Seoul, pemerintah lokal telah menerapkan jam malam sejak Sabtu (5/12). Padahal, langkah tersebut tidak pernah diambil sebelumnya.

Kini, sebagian besar ruang publik dan toko di ibu kota Korsel itu harus menghentikan semua kegiatan pada pukul 9 malam.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19 jadi Momentum BTN Lakukan Pebaikan Proses Bisnis

Operasi transportasi umum juga dipangkas 30 persen pada malam hari.

Korea Selatan adalah salah satu negara yang dianggap sukses menangani wabah COVID-19 melaui pelacakan kontak yang agresif dan langkah-langkah lainnya.

Sejauh ini Korsel baru melaporkan 37.546 kasus COVID dengan 545 kematian. Namun, kemunculan gelombang baru wabah yang lebih dahsyat ketimbang sebelumnya menunjukkan bahwa negara itu masih jauh dari kata aman. (ant/dil/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler