Gelombang Tinggi Mengancam Keselamatan, Ratusan Nelayan di Pantai Selatan Berhenti Melaut

Selasa, 03 Agustus 2021 – 05:59 WIB
Gelombang tinggi di pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, membuat nelayan kehilangan penghasilan karena tidak dapat melaut. ANTARA POTO (Ahmad Fikri)

jpnn.com, CIANJUR - Sekitar 700 nelayan di pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, berhenti melaut karena gelombang tinggi yang dapat mengancam keselamatan nyawa mereka. 

Para nelayan pun harus kehilangan pendapatan meskipun sedang musim ikan. 

BACA JUGA: Kapal Nelayan Terbakar di Jakarta Utara

Ketua Kelompok Tani Nelayan Cidaun Asep menjelaskan bahwa sudah hampir satu pekan terakhir gelombang tinggi sehingga nelayan tidak dapat melaut karena dapat mengancam keselamatan nyawa. “Baru beberapa pekan melaut, sudah terhambat lagi karena faktor alam," kata Asep saat dihubungi Senin (2/8).

Menurut Asep, gelombang pada tahun ini cukup berdampak terhadap aktivitas di pantai selatan. 

BACA JUGA: Politikus PKS Ini Dorong Nelayan Kecil untuk Naik Kelas

Terutama bagi nelayan, termasuk pemilik warung yang baru berencana membuka usaha kembali setelah PPKM dengan harapan wisatawan kembali berdatangan.

Namun, ujar dia, rencana tersebut terhambat akibat gelombang yang mencapai 7 meter setiap harinya.

BACA JUGA: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Melanda Indonesia dalam Sepekan ke Depan

Menjelang malam bahkan ketinggian gelombang dapat mencapai belasan meter, sehingga kegiatan melaut yang baru beberapa minggu kembali terhenti.

"Sejak satu bulan terakhir aktivitas melaut sudah kembali meningkat karena gelombang bersahabat sehingga hasil tangkapan meningkat. Nelayan kembali mendapat penghasilan setelah hampir setahun tidak melaut," katanya.

Selama melaut, nelayan dapat membawa uang hingga ratusan ribu sampai jutaan rupiah, ketika hasil tangkapan melimpah. 

Pembeli yang selama ini kesulitan mendapat pasokan, mulai menunggu di bibir pantai untuk memborong ikan.

"Harapan kami, gelombang cepat berlalu, sehingga kami dapat kembali melaut karena sebagian besar nelayan tidak memiliki keahlian lain. Kami juga berharap mendapat pelatihan dan keahlian lain dari pemerintah," katanya.

Bupati Cianjur Herman Suherman berjanji akan memberikan pelatihan bagi nelayan di pantai selatan, sehingga tetap mendapat penghasilan saat musim paceklik atau gelombang tinggi, termasuk memberikan pinjaman lunak untuk nelayan beralih ke budi daya ikan.

“Kami sudah koordinasikan lintas kedinasan agar membantu berbagai keluhan warga termasuk nelayan di pantai selatan. Mereka harus memiliki keahlian lain agar tetap memiliki penghasilan ketika tidak melaut," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler