Gempa Bumi 5,6 Magnitudo di Seram Timur, Tidak Berpotensi Tsunami

Minggu, 16 Februari 2020 – 16:13 WIB
Ilustrasi gempa bumi. Foto : Pixabay

jpnn.com, SERAM BAGIAN TIMUR - Gempa bumi tektonik terjadi di wilayah Seram Timur, Minggu (16/2), pukul 06.00.30 WIB.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter awal magnitudo M=5,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=5,6.

BACA JUGA: Gempa Bumi Guncang Wilayah Muslim Uighur, Ada Korban Jiwa

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.37 LS dan 131.49 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 97 km arah Barat Daya Kota Fakfak, Papua Barat, pada kedalaman 16 km," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dikutip dari laman resmi BMKG, Minggu (16/2).

Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

BACA JUGA: Lima Kali Terjadi Gempa Guguran, Diharapkan Pendaki Tidak ke Gunung Merapi

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Bula, III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakanzakan truk berlalu), Sorong, II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkap Rahmat.

Hasil monitoring BMKG hingga Minggu (16/2), pukul 06.40 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbau Rahmat.

Masyarakat diimbau agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android "Info BMKG"). (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler