Gempa Majene, 4 Warga Meninggal Dunia, 637 Luka-luka dan Lebih 3.000 Orang Mengungsi

Jumat, 15 Januari 2021 – 10:53 WIB
Gempa menyebabkan tanah longsor di bagian jalur trans Sulawesi di Desa Onang, Kecamatan Tubo, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Kamis (14/1/2021). Foto: ANTARA/M Faisal Hanapi

jpnn.com, JAKARTA - BPBD Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) melaporkan warganya meninggal dunia akibat gempa dengan Magnitudo 6,2 bertambah menjadi 4 orang, dan lebih dari enam ratus menderita luka-luka.

BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

BACA JUGA: Gempa Sulbar, Presiden Perintahkan Doni Monardo dan Mensos Risma Langsung ke Mamuju

Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 3.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar.

"BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

BACA JUGA: Gempa di Majene Sulbar: 3 Orang Tewas, 24 Luka-luka, Hotel & Kantor Gubernur Rusak Parah

Sementara kerusakan bangunan di Kabupaten Majene mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor Koramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market.

BACA JUGA: Respons Sikap Kontroversial Ribka Tjiptaning, TB Hasanuddin Sampaikan Pesan Puan Maharani

"Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga masih dalam pendataan," jelas Raditya.

BNPB memonitor upaya penanganan darurat di lapangan dilakukan oleh berbagai pihak, seperti BPBD, BNPP/Basarnas, TNI, Polri, sukarelawan dan mitra terkait lainnya.

Kebutuhan yang diinformasikan oleh BPBD setempat berupa sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/ekcavator, alat komunikasi, makanan siap saji dan masker.

Selain itu, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo yang pagi ini berencana melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bersama sejumlah anggota Komisi VIII DPR telah membatalkan rencananya.

"Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Doni Monardo dan Mensos Risma berangkat ke Mamuju pada hari ini," kata Raditya.

Selain berangkat ke Mamuju, Doni Monardo juga langsung menginstruksikan  helikopter BNPB menuju ke lokasi bencana. Ada empat helikopter yang dikerahkan dalam misi ini.(fat/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler