Gempa Mengguncang Kepulauan Talaud, Ada Pesan dari BMKG

Sabtu, 17 April 2021 – 05:18 WIB
Gempa mengguncang Kepulauan Talaud, Sulut, Sabtu (17/4). Ilustrasi Sultan Amanda Syahidatullah/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan telah terjadi gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada Sabtu, pukul 03.55.15 WIB.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa gempa itu tidak berpotensi tsunami.

BACA JUGA: Setelah di Bayah-Banten, Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Nias Barat, Waspada!

"Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo 5,6 kemudian di-update menjadi magnitudo 5,5," katanya.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,66 LU (Lintang Utara) dan 126,85 BT (Bujur Timur) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah tenggara Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 46 km.

BACA JUGA: BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis, Warga DKI Jakarta Harus Waspada

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip)," katanya.

Bambang menjelaskan, derdasarkan peta guncangan (shakemap), guncangan gempa bumi ini berpotensi dirasakan di daerah Melonguane dan Tahuna dengan skala II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

BACA JUGA: Dono Pradana Mendapat Kado Ultah Istimewa di Jalan Basuki Rahmat Surabaya

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," katanya.

Bambang menambahkanm hingga Sabtu, pukul 04.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

Dia meminta masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler