Generasi Milenial Harus Gunakan Gadget untuk Terapkan Nilai Pancasila

Selasa, 06 April 2021 – 01:32 WIB
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo dalam acara Sarasehan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Milenial di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (5/4/2021). Foto: Dok. BPIP

jpnn.com, YOGYAKARTA - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo mengatakan generasi milenial memiliki kemampuan yang lebih yaitu membangun network melampaui batas ruang, suku, dan agama.

“Generasi Anda adalah generasi yang melihat hubungan tidak seperti dulu, tetapi sudah lintas batas,” ujar Romo Benny dalam acara Sarasehan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Milenial di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (5/4/2021).

BACA JUGA: Guru Harus Menggaungkan Habituasi Nilai-nilai Pancasila kepada Peserta Didik

Acara yang diikuti oleh 85 orang, terutama dari kalangan mahasiswa ini dibuka oleh Rektor UMY Gunawan Budiyanto.

Dalam acara tersebut, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan pengarahan.

BACA JUGA: Bamsoet Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Tegakkan Pancasila dan NKRI

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara ini adalah FX Adji Samekto (Deputi Pengkajian dan Materi BPIP), M Najib Azca (Sosiolog Universitas Gadjah Mada), dan Zuly Qodir (Direktor Program Doktor Politik Islam – Ilmu Politik (UMY).

Lebih lanjut, budayawan yang akrab dipanggil Romo Benny ini menyatakan negara Indonesia terdiri dari ratusan suku, bangsa, dan agama keyakinan sehingga nilai multikultural tercipta di Indonesia.

BACA JUGA: Panglima TNI Tinjau Serbuan Vaksin di Manokwari

“Habitus kita adalah multikultur sejak lahir (bangsa) kita sudah seperti itu dari dulu,” ujar Benny.

Menurut Romo Benny, anak muda dapat mengaplikasikan Pancasila dengan membangun suatu narasi melalui teknologi informasi yang sudah maju.

“Anak muda mengaplikasi nilai Pancasila dengan tindakan nyata. Contohnya, anak muda membuat aplikasi untuk memudahkan petani menjual hasil panennya tanpa melalui perantara serta membantu korban bencana alam, lewat kemajuan teknologi informasi,” ujar Romo Benny.

Menurut Romo Benny, inilah kemampuan generasi milenial dalam pengaplikasian nilai-nilai Pancasila.

 “Gunakanlah gadget kalian untuk (mahasiswa, generasi muda, red) melakukan perubahan. Bangunlah network, dan aplikasikan rasa ketuhanan, persatuan, dan keadilan, melalui kekuatan-kekuatan tersebut,” ujar Romo Benny.

Romo Benny berharap anak muda ikut berkontribusi dalam membangun bangsa dan Negara. Salah satunya dengan membuat diskusi online dan membangun jejaring nasional, dan membuat konten positif untuk melawan informasi hooks/negatif di media sosial, dalam perwujudan gotong royong nilai Pancasila oleh anak muda.

“Masa depan di tangan Anda. Anda bisa mengubah dunia tanpa merusak,” kata Romo Benny.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyatakan semua orang Indonesia terutama kaum milenial adalah calon-calon pemimpin masa depan Indonesia. Oleh karena itu, pembudayaan nilai-nilai Pancasila sangat penting diberikan kepada semua orang, terutama kaum milenial.

“Konstitusi kita mengikat lebih dari 40 bangsa menjadi satu, dan memberikan jaminan bahwa semua warga negara Indonesia berhak menjadi pemimpin, menjadi Presiden Republik Indonesia," ujar Yudian

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak untuk menggali isi pikiran dan pengertian kaum milenial tentang kebangsaan Indonesia terkhusus tentang pandangan mereka atas Pancasila.

“Mereka juga mencari role model dalam pelaksanaan Pancasila,” kata Haedar.(fri/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler