Geng Motor Mengamuk, Sadis

Rabu, 28 Oktober 2020 – 11:26 WIB
Ilustrasi geng motor. Foto: Radarbogor.id

jpnn.com, CIREBON - Tiga remaja asal Desa Kaliwulu, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, menjadi korban keberingasan geng motor.

Tubuh ketiga remaja mengalami luka bacok. Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari (26/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

BACA JUGA: Geng Motor Tiba-tiba Menyerang Warga, Beringas

Ketiga korban tersebut adalah Andika (17), Teguh (15), dan Vio (21).

Peristiwa itu bermula ketika ketiga korban mengendarai motor, melaju dari arah barat menuju timur.

BACA JUGA: Terungkap Motif Pembunuhan Warga Nigeria di Apartemen Jakarta Barat

Setibanya di depan Musala Al Kasim, Desa Kaliwulu Andika berpapasan dengan sekelompok orang yang diduga geng motor.

“Sekitar lima motor. Mereka berjumlah lebih dari 10 orang. Ada perempuannya juga. Mereka datang dari arah timur,” kata Teguh di depan polisi.

BACA JUGA: Habib Bahar jadi Tersangka Lagi

Melihat korban, para pelaku mulai mencari gara-gara dengan melemparkan batu dan mengenai bagian dagu.

Andika yang mengendarai motor langsung berhenti untuk melihat para pelaku.

Melihat korban berhenti, pelaku langsung mendatangi Andika dengan membawa senjata tajam (sajam) dan membacokannya.

Andika mencoba menangkis, sehingga mengalami luka bacok di siku tangan sebelah kanan.

Tidak puas dengan membacok Andika, pelaku mendatangi Vio dan Teguh yang berjarak 300 meter. Mereka yang sedang nongkrong menjadi sasaran pembacokan.

Vio dan Teguh mengalami luka bacok di punggung. Setelah melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri.

Ketiga korban meminta tolong kepada masyarakat setempat. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Plered AKP Komar membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat langsung memerintahkan anggotanya untuk mencari korbannya.

Setelah dipastikan kalau korban berada di Rumah Sakit Mitra Plumbon, pihaknya langsung bergegas menjenguknya.

“Kondisi korban Andika mengalami luka bacokan di punggung dengan 17 jahitan. Teguh juga mengalami luka bacokan punggung. Vio mendapat 17 jahitan di bagian siku kanan. Mereka berobat ke RS Mitra Plumbon. Tapi tidak dirawat,” katanya, Selasa (27/10).

Petugas melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi yang ada di lokasi kejadian. Namun, mereka tidak ada yang mengenal pelaku. sehingga, pihaknya menduga motif kejahatan yang dilakukan pelaku belum jelas.

“Motif pelaku melakukan pembacokan belum jelas. Mereka tidak saling kenal dan tidak ada permasalahan apapun sebelumnya,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, kapolsek menyarankan kepada korbannya agar mendatangi Mako Polsek Plered untuk melaporkan kejadian tersebut. Senin siang (26/10) korban bernama Teguh dengan orang tuanya datang dan melaporkan kejadian tersebut.

“Masih lidik. Sampai sekarang belum diketahui identitas para pelaku, diduga adalah geng motor yang sebagaian besar mengendarai sepeda motor matik. Mereka berkendara secara konvoi dan melakukan penganiayaan secara membabi buta atau acak,” jelasnya. (cep/radarcirebon)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler