Gepeng dan Anjal Muka Lama

Minggu, 24 November 2013 – 05:53 WIB

BANDUNG- Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Bandung, Suharyanto, di sela razia, kemarin(23/11) menyebutkan jika anjal dan gepeng yang terazia merupakan muka-muka lama.
 
"Meski Pemkot Bandung sudah  melakukan razia dan pembinaan gepeng di Rindam Cisarua beberapa waktu lalu, namun gepeng dan anjal masih banyak berkeliaran di jalanan," ujar Suharyanto.
 
Buktinya, saat tim gabungan Satpol PP dan Dinsos Kota Bandung melakukan razia kemarin, sebanyak 32 gepeng dan anjal terazia dan itu masih orang yang sama.
 
Berdasarkan pantauan, razia dakukan di kawasan wisata seperti Jalan Riau, Dago, Supratman dan Ahmad Yani. "Saat weekend, biasanya gepeng dan pengemis ini mendatangi tempat-tempat wisata karena kesempatan untuk mendapatkan sedekah dari warga Bandung dan pengunjung kawasan wisata tersebut cukup tinggi," terang Suharyanto.
 
Menurut Suharyanto, berdasarkan informasi yang dikumpulkannya, pengemis dan pengamen bisa dapat Rp600 ribu sehari saja di kawasan wisata.
 
"Makanya, kami fokuskan razia di kawasan wisata untuk memberikan kenyamanan pada wisatawan agar Bandung nyaman dan tertib," tambah Suharyanto.
 
Meski ada sebagian gepeng dan anjal muka lama yang kembali terkena razia, namun Suharyanto mengaku saat ini gepeng dan anjal yang berada di jalan mulai berkurang. "Malahan, sekarang ini sudah mulai masuk ke perkampungan-perkampungan," tandas Suharyanto.

Selain razia dan pembinaan, seharusnya ada pemulangan ke daerah asal. "Kedepan mereka yang berasal dari luar kota Bandung, kalau kepentingannya tak jelas misalnya untuk mengamen biar langsung dikembalikan saja ke daerah asalnya," ungkap Suharyanto.

BACA JUGA: Kejati Lampung Dituding Kompromi Koruptor

Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah(PPHD) Kota Bandung, Tedy Wirakusumah, ada 25 gepeng dan 7 anjal yang kena razia kali ini. "Mereka dibawa ke Cisarua untuk dibina bersama Dinas Sosial," ujar Tedy.
 
Terkait adanya gepeng dan anjal yang kembali terazia meski sudah dibina, Tedy, mengaku program saat ini merupakan gerakan baru. "Kalau dulu ada rumah singgah, sehingga ditampung sekarang enggak ada," ungkap Tedy.(mur)

BACA JUGA: Penggunaan Damkar Jepang Berbelit-belit

BACA JUGA: Kalimas Dangkal, Waspada Banjir

BACA ARTIKEL LAINNYA... 200 Ribu Warga Belum Punya Akta Lahir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler