Gerindra: Hanya Prabowo yang Mampu Tumbangkan Jokowi

Minggu, 10 September 2017 – 18:13 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi rivalnya pada Pilpres 2014. Foto: Biro Pers Kepresidenan Ilustrasi

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Moh. Nizar Zahro menepis anggapan yang menyebut Prabowo Subianto sebagai kandidat Calon Presiden 2019 sudah kedaluwarsa.

Justru, dia menilai hanya Prabowo yang akan mampu menumbangkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana di Pemilu nanti.

BACA JUGA: DPW PKB DKI Mulai Panaskan Mesin Partai

Ini dikatakan Nizar, menanggapi penilaian Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi yang menyebut Prabowo sudah tidak sesuai zaman dan kedaluwarsa jika tetap ingin bertarung di Pilpres 2019.

Alasan dia, orang sudah jenuh, dan 80 jutaan generasi millennial saat ini membutuhkan figur yang bisa paham keberadaan mereka sebagai entitas.

BACA JUGA: Pak Jokowi, Ini Ada Ratusan Surat Dari Anak-Anak

"Sampai saat ini menurut beberapa hasil survei menyatakan bahwa popularitas dan elektabilitas Prabowo Subianto (PS) makin menanjak. Dan hanya PS lah yang saat ini diprediksi mampu mengalahkan Jokowi," kata Nizar menjawab JPNN.com di Jakarta, Minggu (10/9).

Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Gerindra ini mengatakan, hal itu tidak terlepas dari banyaknya warga yang sudah telanjur berharap tinggi kepada Jokowi tapi mendapatkan fakta yang menyakitkan.

BACA JUGA: Bandara di 10 Destinasi Prioritas Bakal Naik Kelas

"Banyak janji politik Jokowi yang tidak ditepati. Rakyat kecewa dengan kebijakan Jokowi menaikkan harga BBM, TDL, dan juga kecewa dengan kebijakan menumpuk utang," ujar anggota Komisi V DPR ini.

Bahkan, katanya, akumulasi kekecewaan itu pula yang menyebabkan pendukung mantan gubernur DKI Jakarta memindahkan dukungannya kepada Prabowo Subianto.

Hal itu bisa dilihat dari hasil Pilkada Jakarta. Di mana, kandidat yang didukung oleh Prabowo bisa mengalahkan calon yang didukung oleh Jokowi dengan selisih perolehan yang sangat telak.

"Fakta itulah yang membuat gelisah Jokowi yang kemudian beberapa waktu lalu memerintahkan relawannya untuk mulai berkampanye untuk Pilpres 2019, padahal tahapan Pilpres 2019 sama sekali belum dimulai," sindirnya.

Hal tersebut, lanjut politikus asal Madura ini, menunjukkan bahwa Jokowi sudah menyadari popularitas dan elektabilitasnya menurun drastis sehingga perlu memerintahkan relawannya untuk mencuri start kampanye.

"Pak Prabowo sejauh ini masih tenang-tenang saja, tetap fokus untuk kerja-kerja politik agar demokrasi ini dapat mewujudkan kesejahteraan untuk rakyat. Jadi sampai saat ini Pak Prabowo belum mau menyinggung soal Pilpres 2019, itu artinya beliau sangat percaya diri menghadapi Pilpres 2019," tandas Nizar.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PSPK: Prabowo Subianto Sudah Tak Sesuai Zaman


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler