Gesang Akhirnya Berpulang

Kamis, 20 Mei 2010 – 23:01 WIB
KARYA - Bagian gambar salah satu cover album Bengawan Solo, dengan artis Gesang, Nuning dan Waldjinah, keluaran JVC Record. Foto: Arsip Jimmyauw.com.
SURAKARTA - Setelah sempat mengalami dua kali masa kritis, maestro musik Indonesia khususnya di aliran keroncong, Gesang Martohartono, akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (20/5), sekitar pukul 18.10 WIBPencipta lagu terkenal Bengawan Solo itu meninggal dalam usia 92 tahun, tepatnya di RS PKU Muhammadiyah, Surakarta

BACA JUGA: Transformers 3 Tanpa Megan Fox

Gesang dilaporkan akan dimakamkan Jumat (21/5), sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelum pemakaman, jenazah Gesang disemayamkan dulu di rumah duka, di Jl Bedoyo No 5 Kemlayan RT 01/03, Solo
Jumat pagi, barulah jenazah akan dibawa ke Balaikota Surakarta, untuk disemayamkan lagi di Pendapi Ageng Balaikota

BACA JUGA: Didekati Tiga Pengusaha

Rencananya, Gesang akan dimakamkan secara militer di pemakaman Pracimaloyo, Sukoharjo, sebelah barat kota Solo
Upacara pemakaman akan dipimpin Danrem 074/Warastratama Kol (Inf) Abdul Rachman Kadir.

Ketua tim dokter Gesang, dr Suryo Adi Wibowo, memastikan bahwa Gesang meninggal sekitar pukul 18.10 WIB

BACA JUGA: Pengalaman Pertama Giring Main Film

Disampaikannya, kondisi Gesang sebelumnya sempat drop sekitar pukul 13.30 WIB"Pak Gesang sempat drop karena infeksi paru-paru," ujar dr Suryo, kepada wartawan di RS PKU Muhammadiyah, Jl Ronggowarsito, SoloSeperti ditulis AP pula, almarhum Gesang sebelumnya dilaporkan menderita sakit akibat komplikasi diabetes dan jantung.

Wafatnya Gesang meninggalkan banyak kenangan, lantaran ia dianggap berjasa kepada negaraPihak Kodim Surakarta pun memberi penghargaan berupa bintang budaya Parama DharmaAnugerah itu sejajar dengan penghargaan untuk pahlawan"Beliau sebenarnya bisa dimakamkan di makam pahlawan, tapi keluarga minta almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga, sesuai pesan beliau semasa hidup," beber Dandim Surakarta, Letkol (Inf) Agus Subiyanto, kepada wartawan, Kamis (20/5).

Semalam, sejumlah seniman dan tokoh dilaporkan tampak melayat ke rumah duka, antara lain mulai dari sutradara Garin Nugroho, Didit Bagus (Ketua Yayasan Gesang), Letkol Agus Subiyanto, Pejabat Dinas Pariwisata Surakarta, serta beberapa tokoh lainnyaRencananya, Menko Kesra Agung Laksono pun akan hadir ke rumah duka mewakili Presiden SBY.

Peran Gesang di dunia seni sudah diakui hingga mancanegara, terlebih karya-karyanya dikenang sampai sekarangYang paling dikenal tentu saja lagu Bengawan Solo, yang bahkan sudah disebarkan ke sejumlah negara dan diubah ke dalam 13 bahasa, antara lain Inggris, Prancis, Jepang dan TionghoaSementara beberapa karyanya yang lain, terutama di zaman perjuangan, antara lain adalah Sapu Tangan (1941), Tirtonadi (1942) dan Jembatan Merah (1943).

AP pun menulis bahwa Gesang yang disebutkan tak bisa membaca not musik itu, memiliki sembilan saudara kandungAlmarhum sempat menikah, namun tak memiliki anakMeski begitu, yang jelas keluarganya mungkin tak perlu lagi khawatir karya-karya besar Gesang akan diakui orang lain, karena pemerintah menyebut bahwa sebanyak 44 lagu ciptaannya sudah didaftarkan hak ciptanya ke Dirjen HAKI di Kemenkumham pada 1 Oktober 2009Pendaftaran itu bertepatan dengan ulang tahun Gesang ke-92 saat itu(gus/ito/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hindari Tangga Biar Cepat Hamil


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler