Getol Sanjung Jokowi, Waketum Gerindra Tetap Dukung Prabowo

Rabu, 06 September 2017 – 19:05 WIB
Arief Poyuono. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono belakangan ini getol memuji Presiden Joko Widodo. Bahkan, Arief menyebut presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu berprestasi luar biasa karena mampu menggenjot cadangan devisi.

Pujian Arief untuk Jokowi memang memunculkan pertanyaan. Sebab, selama ini Arief getol menyudutkan pemerintahan.

BACA JUGA: Prabowo Harus Siapkan Kejutan Politik untuk Kalahkan Jokowi

Meski demikian Arief menegaskan pujiannya untuk Jokowi tak serta-merta membuatnya akan mendukung mantan gubernur DKI itu untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, ketua umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengaku tetap konsisten mendukung Prabowo Subianto.

"Penilaian saya terhadap kinerja ekonomi Pak Joko Widodo tidak membuat saya akan mendukung beliau di Pilpres 2019 . Saya akan tetap mendukung Pak Prabowo yang diusung oleh partai saya," ujar Arief kepada JPNN, Rabu (6/9).

BACA JUGA: Sejumlah Tokoh Muda Layak Dampingi Prabowo, Ada Ahmad Dhani

Waketum Gerindra Sebut Kinerja Jokowi Paten Sekali

Devisa RI Melonjak, Anak Buah Prabowo Sebut Jokowi Berprestasi Luar Biasa

BACA JUGA: Slank Puji Kepedulian Presiden Jokowi kepada Muslim Rohingya

Arief bahkan akan berupaya keras agar Prabowo bisa mengalahkan Jokowi pada Pilpres 2019. Menurutnya, keberhasilan Jokowi juga tidak menyeluruh.

"Kesuksesan Pak Joko Widodo sifatnya belum secara komprehesif dalam sektor perekonomian meski ada prestasi naiknya cadangan devisa hingga USD 127,7 miliar dari sebelumnya hanya USD 100 miliar saat ditinggalkan pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red),” ucap Arief.

Menurut Arief, keberhasilan tersebut hanya dari sektor fundamental ekonomi makro. Sementara prestasi nyata di sektor ekonomi secara keseluruhan belum terlihat. 

Dia mencontohkan, hal-hal yang bersentuhan langsung dengan rakyat banyak seperti peningkatan lapangan kerja, penguatan daya beli masyarakat, serta penyelamatan sektor industri manufaktur yang bisa menyerap tenaga kerja secara masif belum tergarap secara serius. "Saya melihat di era Pemerintahan Joko Widodo saat ini deindustrialisasi malah makin meningkat," pungkas Arief.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duh, Kader Gerindra Bakar Sekolahan demi Cari Perhatian


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler