Gibran Diduga Melanggar Aturan Kampanye? Begini Kata Nusron Wahid

Minggu, 14 Januari 2024 – 06:08 WIB
Wali Kota Surakarta yang juga Cawapres Gibran Rakabuming Raka. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid menegaskan bahwa silaturahmi yang dilakukan Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dengan raja se-Maluku, ialah dalam konteks mendengar aspirasi dari tokoh-tokoh adat daerah.

Nusron mengimbau semua pihak agar menghargai konteks adat istiadat tersebut.

BACA JUGA: Membedah Klaim Gibran soal Resiliensi Ekonomi Indonesia

“Ada petuah Jawa yang menyatakan ‘deso mowo coro, negoro mowo toto’. Artinya setiap wilayah memiliki cara dan adat istiadatnya masing-masing. Ini harus dihargai.” jelas Nusron Wahid kepada wartawan, Sabtu, (13/1).

“Yang namanya raja itu pemimpin adat. Dalam konteks silaturahmi di Maluku, para raja itu hadir sebagai pemimpin adat. Tolong jangan dicampurkan dengan hal lain.” lanjutnya. 

BACA JUGA: Di Salatiga, Kaesang Serukan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Menurut Nusron, konteks adat istiadat itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat terutama untuk wilayah Maluku.

Dia menjelaskan sejak dahulu, Maluku dikenal sebagai negeri Para Raja.

BACA JUGA: Khofifah Gabung TKN Prabowo-Gibran, Hary Tanoe Yakin TPN Ganjar-Mahfud Kuasai Jatim

"Bahkan sebelum adanya pembagian wilayah jadi desa-desa. Kalau Raja hanya dianggap sebagai kepala desa, berarti tidak menghargai local wisdom, tidak menghargai adat istiadat setempat," tutur politikus Partai Golkar itu.

Nusron juga menjelaskan dalam silaturahmi itu sama sekali tidak dilakukan pembahasan terkait kebijakan ataupun dukungan yang terkait dengan desa.

“Para Raja juga bertemu dalam kapasitasnya sebagai raja adat. Bicara tentang kearifan lokal Maluku, keterwakilan suku Maluku dalam pembangunan Indonesia, serta permasalahan hak adat. Itu yang dibicarakan,” jelasnya. 

Perihal dengan dukungan dari para raja se-Maluku, Nusron menilai hal itu dalam konteks adat Maluku. 

"Sekali lagi tolong dihargai adat istiadat setempat, hargai adat istiadat di Maluku.” pungkas Nusron. 

Sebelumnya, Bawslu Maluku menyatakan sedang mengusut dugaaan pelanggaran Pemilu saat Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat bersilaturahmi dengan raja se-Maluku di hotel Swiss-Bel Ambon, Senin (8/1). (mcr8/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Swasembada Pangan, Misi Gibran Rakabuming Antisipasi Dampak Konflik Global


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler