Gibran Menebar Jebakan, Kualitas Debat Cawapres Jadi Mengecewakan

Sabtu, 23 Desember 2023 – 23:24 WIB
Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka di panggung debat cawapres di JCC, Jakarta, Jumat (22/12). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Youtuber Nur Iswan menyayangkan debat cawapres perdana kemarin yang didominasi perbincangan dan sentimen diskusi di ruang publik terkait dengan singkatan atau istilah teknis.

Seperti diketahui, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menggunakan istilah SGIE yang merupakan kependekan dari State of Global Islamic Economy.

BACA JUGA: Debat Cawapres, Gibran Tampil Memukau, Mematahkan Tudingan Publik

“Sementara SGIE itu ditanyakan kepada Gus Imin yang dihubungkan dengan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan (PKB). Dihubungkan-hubungkan dengan itu dan ekonomi syariah. Mas Gibran ingin tunjukan bahwa ia paham. Padahal, ia juga nampak menunduk dan membaca.”kata Iswan dalam podcast bertajuk REMPONG DEH?DIAJAK ADU GAGASAN, MALAH NGOMONG & BACA “SINGKATAN SGIE”?, Sabtu (23/12).

Selain SGIE, Gibran juga menggunakan istilah Carbon Capture on Storage saat bertanya kepada cawapres nomor urut 3 Mahfud MD.

BACA JUGA: Kaesang: Prabowo-Gibran Bakal Raih 65% Suara di Gorontalo

Dia mengatakan bahwa Gibran menggunakan istillah-istilah teknis ini untuk menjebak lawan debatnya.

Strategi serupa juga pernah digunakan Jokowi dalam debat melawan Prabowo Subianto di Pilpres 2014 atau 2019. Waktu itu Ketua Umum Partai Gerindra ditanya Jokowi soal Unicorn dan TPID.

BACA JUGA: Gibran Dinilai Meyakinkan saat Debat Cawapres, Begini Kata Pengamat

“Jadi singkatan-singkatan itu dibuat supaya menjebak dan menunjukkan ketidakpahaman lawan bicara atau lawan debat,” kata Iswan.

Dia menyayangkan hal tersebut. Dia berasumsi debat politik itu adalah panggung utama pendidikan politik kepada masyarakat agar mengetahui inti dari ide dan gagasan figur yang akan memandu dan memimpin negeri ini pada 2024 hingga 2029.

“Tetapi perdebatan substansi ini malah digeser pada hal yang remeh temeh yaitu soal singkatan dan istilah. Supaya tercitrakan keren. Karena sudah pasti masyarakat Indonesia tidak begitu banyak yang menguasai singkatan-singkatan. Apalagi istilah-istilah,” ujar dia.

Iswan menjelaskan hanya orang-orang teknis yang bergelar di bidang itu yang mengetahui apa di balik istilah itu.

Dia mencontohkan mata pelajaran PPKN yang belum tentu semua orang memahami kepanjangan dari hal tersebut. Kalau dulu kata dia ada mata pelajaran PMP.

“Kemudian di sektor peternakan kalau orang seperti Gus Imin atau Mahfud bertanya kepada Gibran apa itu singkatan dari DOC di sektor peternakan unggas kita. Misal bagaimana agar peternak-peternak kita memperoleh ADG dan FCR yang baik maka Gibran mugkin tak paham juga.” kata Iswan. (jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : JPNN.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler