Gimana nih? Harga Daging Masih Tinggi

Rabu, 27 Juli 2016 – 17:44 WIB
Penjual daging sapi. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - CIREBON – Masa lebaran sudah lewat, namun harga daging di pasaran masih belum normal. Pantauan Radar Cirebon (Jawa Pos Group), Selasa (26/7), daging sapi masih dijual dengan harga Rp 120.000 per kg. 

Sedangkan daging ayam meski sudah turun, namun masih berada di harga Rp 30.000 per kg. 

BACA JUGA: Hamdalah...Reshuffle Kabinet Picu Kenaikan IHSG

"Kalau daging sapi masih belum stabil, harganya masih sama saat lebaran," ucap pedagang daging di Pasar Sumber, Iif (45).

Menurutnya, masih tingginya harga daging sapi lantaran harga daging dari pemotong atau jagal juga masih tinggi. Padahal sebelum lebaran, harga daging masih berkisar Rp 110 ribu per kg. 

BACA JUGA: Peminat Nmax Membeludak, Yamaha Kewalahan

Dikatakan dia, dengan masih tingginya harga daging para konsumen banyak yang menawar harga. Di lain sisi, ada pula yang memilih daging yang lebih murah. 

Iif menyebutkan harga daging sapi memang bervariatif, disesuaikan dengan kualitas daging itu sendiri.

BACA JUGA: LLP-KUKM Ajak Saudagar Bugis Dukung Koperasi dan UKM

"Kalau daging super, kita jual Rp120 ribu per kg, yang daging biasa campur bisa di harga Rp110ribu," ungkapnya.

Saat ini penjualan daging sapi, kata IIf, masih belum ramai kembali. Dia sendiri setiap hari menjual sekitar 16 kg daging, 10 kg tulang dan 5 kg daging cincang. "Ya kalau daging penjualannya masih sepi," tukasnya.

Sedangkan untuk daging ayam meski sudah mengalami penurunan, namun harganya masih belum normal. Harga daging ayam dijual Rp30 ribu. Padahal rata-rata daging ayam normal dijual Rp25 ribu-Rp28 ribu/kg.

Menurut pedagang daging ayam, Aji, harga daging ayam memang fluktuatif. "Kalau daging ayam naik turunnya cepat, kadang dua atau tiga hari sudah naik, dan bisa turun lagi," sebutnya. 

Fluktuasi harga daging ayam, kata dia, berbeda dengan daging sapi. Biasanya, harga daging sapi cenderung lebih stabil. "Kalau daging ayam lebih terjangkau, karena kalau naik itu bisa turun lagi. Kalau daging sapi susah turunnya," sebutnya.

Penjualan daging ayam sendiri biasanya didominasi oleh para pedagang, rumah makan dan bakso. "Sekarang yang pedagang bakso juga banyak yang beralih ke daging ayam, biasanya dicampur dengan daging sapi," katanya. 

Penjualan setelah Idul Fitri, lanjut dia, dirasakan masih belum mengalami peningkatan. Adanya peningkatan penjualan terjadi pada bulan-bulan Agustus dan juga saat momentum lebaran haji. (jml/sam/jpnn) 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Olah Daging Sapi, Kerja Sama Dengan Selandia Baru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler