Ginting Dapat Rp 25 Juta, Shesar Juga Kebagian

Jumat, 10 Juli 2020 – 17:34 WIB
Anthony Sinisuka Ginting (kanan) dan Shesar Hiren Rhustavito. Foto: Badminton Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - Anthony Sinisuka Ginting membuktikan diri masih menjadi tunggal putra terbaik di Indonesia, setelah memenangi turnamen PBSI bertajuk Mola TV PBSI Home Tournament.

Dalam laga final di Pelatnas Cipayung, Jumat (10/7) sore, Ginting mengalahkan Shesar Hiren Rhustavito dengan dua gim langsung, 21-19, 21-15.

BACA JUGA: Sempat Mimisan, Ginting Tembus Final Turnamen PBSI

Tak hanya di final, Ginting tampil baik di semua pertandingannya sepanjang turnamen.

Dia bahkan tak pernah kehilangan satu gim pun. Menikmati setiap permainannya menjadi kunci bagi Anthony untuk tampil cemerlang.

BACA JUGA: Pengakuan Praveen dan Melati Setelah Berhak Dapat Uang Rp 47 Juta

"Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan turnamen ini dengan baik. Kuncinya, menikmati permainan meskipun ini home tournament, tetapi saya anggap seperti turnamen resmi, apalagi sudah hampir empat bulan tidak ada turnamen. Dari pikiran, mental dan semuanya disiapin banget," ujar pemain asal klub SGS PLN Bandung itu, seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

Ginting sempat tertinggal di awal gim pertama, tetapi pelan-pelan ia mulai menyusul dan balik mengungguli Shesar.

BACA JUGA: Turnamen PBSI: Fajar/Yeremia Dapat Rp 50 Juta, Kevin/Reza Juga Lumayan

Pemain kelahiran Cimahi itu pun bisa meredam serangan-serangan Shesar yang cukup tajam.

"Waktu ketinggalan itu saya terburu-buru mau dapat poin, mau menyerang, tetapi pertahanan Shesar sudah siap," ungkap Ginting.

"Dari permainan depan netnya jangan sampai ketinggalan. Saya lebih mengontrol pergerakan dia dan maksimalkan perhitungan dari panjang lebar lapangan untuk akurasi pukulan saya. Jangan sampai Shesar netting dan pengembalian saya ke atas, dia kan pemain menyerang, jadi saya berusaha meredam semua kelebihan dia," beber Ginting.

Meski tampil cemerlang di turnamen ini, Ginting tetap mengevaluasi performanya dan mempersiapkan diri lebih baik lagi jelang turnamen resmi.

"Saya harus kurangi kesalahan sendiri, mental dan fokus yang paling utama. Dari pertandingan pertama sampai final ini, masih banyak bola-bola saya yang enggak seharusnya mati malah mati. Kalau fokus hilang sedikit bisa banyak poin yang hilang," ujar Ginting.

Sementara itu, Shesar mengatakan bahwa Ginting lebih taktis dan efisien dalam melakukan serangan. Hal ini membuatnya kesulitan.

"Di gim pertama saya sudah memimpin dan kehilangan fokus, saya kurang disiplin dan gampang memberi bola serangan buat Ginting. Di gim kedua saya mau mempercepat permainan, tetapi saya kurang taktis," ucap Shesar. (bi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler