GKR Mangkubumi: Pengembangan Pariwisata Jangan Menggerus Warisan Budaya

Sabtu, 02 Oktober 2021 – 21:49 WIB
GKR Mangkubumi saat menari. Foto: IG @mangkubumi18

jpnn.com, YOGYAKARTA - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi mengatakan Keraton Yogyakarta bersama pemerintah pusat maupun daerah memiliki kesepakatan bersama untuk menjaga warisan budaya.

Hal itu disampaikan GKR Mangkubumi dalam simposium nasional bertema Warisan Budaya dalam Perspektif Sejarah dan Film saat rangkaian Dies Natalis ke-39 Universitas Widya Mataram (UWM), Sabtu (2/10).

BACA JUGA: Pariwisata Kembali Menggeliat, Prokes Harus Diperketat

"Pengembangan fasilitas pariwisata dalam bentuk pembangunan tol, rel kereta, dan fasilitas lainnya disesuaikan dengan peta wilayah warisan budaya (Keraton Yogyakarta, red)," kata GKR Mangkubumi sebagaimana diberitakan Genpi.co (Group JPNN).

GKR Mangkubumi juga menekankan sinergi kebudayaan dan pariwisata harus seimbang antara kepentingan kebudayaan maupun manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

BACA JUGA: Bu Risma Marah-Marah soal Data Bansos, Kapitra Menanggapi Begini

"Ketika kita mempertahankan warisan budaya, ada pengakuan misalnya dari UNESCO. pengembangan pariwisata jangan menggerus keberadaan warisan budaya," ucap GKR Mangkubumi.

Pada simposium itu, Rektor UWM Edy Suandi Hamid mengatakan warisan budaya bisa diberdayakan melalui pendekatan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan teknologi berbasis kreativitas.

BACA JUGA: Ternyata Ini Tempat yang Disiapkan Kapolri untuk Novel Baswedan Cs

Edy mengatakan era digitalisasi sekarang ini bisa dijadikan momentum untuk memasarkan objek warisan sejarah.

"Warisan budaya Yogyakarta tidak mungkin dipasarkan secara konvensional," ujar Edy.

Dia menjelaskan pengelolaan warisan budaya harus dilakukan secara tepat dalam rangka perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya demi memajukan kebudayaan lokal.

Menurut Edy, bila warisan budaya tidak dilestarikan keberadaannya, maka hal itu bakal berdampak tidak baik bagi daerah.

Pada kesempatan itu, sutradara Hanung Bramantyo mengulas peran film dalam sejarah manusia.

Hanung menjelaskan seseorang bisa merekam kejadian nyata yang hidup di masyarakat dengan kamera.

Pembuat film menurutnya dapat memanfaatkan kejadian itu untuk menciptakan trik yang didukung editing, special effect, musik, dekorasi, kostum, hingga aktor berbakat.

Dengan begitu, katanya, karya bisa merangsang imajinasi dan perasaan penonton yang ditampilkan lewat serangkaian cerita yang menyentuh.

"Pada akhirnya penonton merasa kagum, simpatik, dan meyakini kejadian di film merupakan kejadian sesungguhnya," kata Hanung. (*/genpi/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler