GMNI Jakarta Pusat Amalkan Ajaran Bung Karno Lewat PPAB

Minggu, 06 September 2020 – 08:16 WIB
Para pembicara dan peserta Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Dewan Pimpinan Cabang Jakarta Pusat GMNI pada Sabtu (5/9/2020). Foto: Dok. GMNI

jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pimpinan Cabang Jakarta Pusat mengadakan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) dengan mengusung tema Mengamalkan Ajaran Bung Karno sebagai Jalan Menuju Cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 5 September 2020 tersebut diikuti oleh puluhan anggota dari berbagai kampus di Jakarta Pusat seperti Univertas Bung Karno (UBK), Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), STIMIK Jayakarta, serta beberapa kampus di sekitar wilayah Jakarta lainnya.

BACA JUGA: Tragedi Sunda Wiwitan, GMNI: Pemda Gagal Paham Pancasila

Dolan Alwindo Colling, selaku ketua panitia pelaksana kegiatan menjelaskan pada era milenium perlu diperbanyak pembumian ajaran Bung Karno sebagai rekonstruksi pemikiran kaum milenial.

“PPAB adalah proses awal untuk mengasah metode berpikir sebagai seorang Marhaenis atau Pejuang kaum tertindas. Perlu adanya kegiatan seperti ini guna membentuk karakter bangsa terutama kepada mahasiswa hari ini. Fokus kami beberapa bung dan sarinah (Sapaan laki-laki dan perempuan dalam GMNI, red) yang berkuliah di wilayah Jakarta Pusat dan mungkin di sekitarnya," ungkap Dolan yang juga mahasiswa UBK tersebut.

BACA JUGA: 42 Perwira Tinggi TNI AL Naik Pangkat, Nih Daftar Namanya

Materi dalam kegiatan tersebut terdiri dari keorganisasian, pengantar marhaenisme, sarinah serta muatan lokal di cabang Jakarta Pusat.

Pada kesempatan itu, Darwin Iskandar dalam materi tentang pengantar Marhaenisme menjelaskan bahwa Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi serta Ketuhanan yang berkebudayaan adalah metode berpikir dan berjuang GMNI dalam menghadapi tantangan zaman.

BACA JUGA: TNI AL Luncurkan Dua Kapal Perang Terbaru Produksi Dalam Negeri, Begini Keunggulannya

“Yah, lewat wadah apa pun kita diharuskan membaca gerak zaman, historical bangsa. Isi kepala dari Bung Karno perlu kita kaji kembali. Lewat pemikiran sosialismenya, lewat pemikiran islamismenya, oleh pandangan Ekonomi Politik, Nasionalisme yang hidup dalam taman sarinya Internasionalisme yang humanis. Kita perlu itu bung, kita perlu itu sarinah" kata pria yang ber-GMNI di tahun 90-an tersebut.

Sementera itu, Dziky Nur Ridhan selaku Ketua Cabang GmnI Jakpus mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan agar proses perbaikan "Benang Kusut" bisa baik kembali.

"Kita tahu, bagaimana "desukarnoisasi" membuat semua yang berkaitan dengan si bung dibumi hanguskan. Itulah kekusutannya. Kita akan terus meluruskannya lewat kegiatan seperti ini. Sampai sekarang di kita (GMNI Jakpus -red) selain agenda utama, diskusi bahkan kajian mengenai falsafah serta pokok-pokok pemikiran bung karno terus kita lakukan untuk membetuk fondasi berpikir dan berjuang kelak," ungkap Ridhan.

Hadir juga beberapa kader GMNI di masa orde baru serta Bung Jacky Jerewave selaku ketua demisioner.

Bung Anno Leonardo selaku Wakil Sekretaris Cabang dalam kesempatan yang sama berharap agar kedepan lebih banyak lagi anggota yang bergabung dalam kegiatan seperti ini.

"Kalau lebih progres lagi akan lebih bagus kan. Saya tadi di materi muatan lokal sudah tegas ke anggota, agar uji materinya di jalan-jalan panjang nantinya," ungkap pria asal Manggarai, Flores, NTT tersebut.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
GMNI   Bung Karno  

Terpopuler