Go International, Falcon Pictures Resmi Digandeng Globalgate Entertainment

Rabu, 12 Februari 2020 – 16:16 WIB
Logo Falcon Pictures. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Globalgate Entertainment yang bersinergi dengan Lionsgate telah menambahkan Falcon Pictures (Indonesia) ke dalam konsorsium 14 mitra produksi dan distribusi dominan di seluruh dunia. Mitra Globalgate lainnya adalah Televisa, TF1, Nordisk, Tobis, Rai, Kadokawa, Lotte, TME, Paris Filmes, CineColombia/Dynamo, Belga dan Viva Communications.

Dikutip dari Variety, Globalgate adalah konsorsium film yang dibuat untuk memproduksi dan mengedarkan film berbahasa lokal ke pasar internasional. Konsorsium film ini dibuat perusahaan asal Amerika-Kanada tersebut pada empat tahun lalu.

BACA JUGA: Frederica, Sosok di Balik Film-Film Falcon Pictures

Presiden Eksekutif dan salah satu pendiri Globalgate William Pfeiffer mengatakan, Indonesia memiliki industri media yang berkembang pesat. Merujuk pada potensi pasar, Globalgate melihat bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar nomor 4 di dunia.

“Kami menantikan untuk memperluas kiprah Globalgate di Asia Tenggara bersama Falcon sambil terus bekerja sama erat dengan mitra konsorsium kami di seluruh dunia,” kata William, dalam keterangan tertulis, Rabu (12/2).

BACA JUGA: Warkop DKI Reborn Dibajak, Falcon Pictures: Jangan Karena Mau Beken

Falcon Pictures adalah rumah produksi dan distribusi yang didirikan pada 2010 oleh H.B. Naveen. Dalam beberapa tahun terakhir, Falcon mampu menguasai 25 persen dari box office lokal lewat sederet film seperti Warkop DKI Reborn 1, Dilan 1990, dan Dilan 1991, Comic8 1,2 dan 3, Si Doel The Movie 1, 2 dan 3, My Stupid Boss 1 dan 2, serta Teman Tapi Menikah. Selain aktif di perfilman, Falcon juga aktif di bidang musik, penerbitan, media digital, dan pendidikan.

Sejak dicabutnya larangan investasi asing pada 2016, jumlah layar bioskop di Indonesia melonjak dua kali lipat melebihi 2.000 layar, dan diperkirakan akan bertambah dua kali lipat lagi dalam waktu dekat.

BACA JUGA: Ini Jadwal Tayang Film Mariposa

Indonesia memproduksi lebih dari 130 film layar lebar per tahunnya, dan pangsa pasar film lokal telah naik menjadi 38 persen. Dengan peluncuran berbagai layanan streaming menonton film lokal maupun internasional di Indonesia, pertumbuhan produksi konten beserta pendapatan terkaitnya akan meningkat.

Direktur Eksekutf sekaligus pendiri Falcon Pictures, H.B Naveen mengaku anusias menjadi bagian dari jaringan kreatif Globalgate Entertainment. “Dengan terkoneksi kepada para pemikir yang hebat dan pengisah yang indah, Falcon berharap untuk meningkatkan output kontennya di Indonesia dan menyebarkan cerita-ceritanya ke seluruh dunia," kata H.B. Naveen.(mg7/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler