Goda Wisatawan di Surabaya dengan Kemilau Sulawesi 2017

Rabu, 15 November 2017 – 16:01 WIB
Wonderful Indonesia. Foto: Kemenpar

jpnn.com, SURABAYA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pameran Kemilau Sulawesi di Atrium Royal Plaza Surabaya, Jawa Timur, 11-12 November 2017. Event itu diikuti oleh seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo dan 23 kabupaten/kota.

Kemilau Sulawesi 2017 menampilkan berbagai hiburan, seperti tarian dan musik, stan pameran produk cendera mata, paket destinasi wisata, atraksi budaya, situs sejarah dan juga kuliner khas Sulawesi. Selain itu, Kemilau Sulawesi 2017 juga akan dimeriahkan Pemilihan Putri Kemilau Sulawesi 2017.

BACA JUGA: Gaungkan Go Digital, Kemenpar Sosialisi Diklat Online

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan, tujuan  Kemilau Sulawesi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) antar-kabupaten/kota, antar-provinsi dan antar-pulau. Selain itu, Kemilau Sulawsi 2017 Juga meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri.

"Hingga Agustus 2017, pergerakan wisata nusantara tembus 200 juta pergerakan dari proyeksi 180 juta pergerakan. Karena sasaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya citra positif Indonesia sebagai tujuan daerah wisata di kalangan masyarakat Indonesia. Diharapkan juga adanya peningkatan kunjungan wisman ke Sulawesi, serta terdistribusinya pergerakan wisatawan nusantara ke seluruh wilayah di tanah air,” ujar Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan.

BACA JUGA: Seminar Perjanjian Breda Sukses Tutup Pesta Rakyat Banda

Esthy mengungkapkan, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 265 juta dengan pengeluaran sekitar Rp 241,08 triliun, maka dalam lima tahun ke depan diperkirakan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisatawan mancanegara/wisman.

Wawan Gunawan menambahkan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, capaian pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke tanah air selama tiga tahun ini menunjukkan grafik menanjak 25,68 persen. Dibandingkan dengan pertumbuhan regional ASEAN yang sebesar 7 persen, maka Indonesia naik 3,5 kali lipat dari rata-rata negara Asia Tenggara.

BACA JUGA: Ikut Anjuran Menpar, Dispar NTT Luncurkan 2 Website Anyar

Indonesia juga naik 4 kali lipat dari rata-rata dunia. Sedangkan pertumbuhan wisatawan dunia 6,4 persen.

“Sejak 2014, angka kenaikan itu cukup mengagumkan. Pada 2014 jumlah wisman sebesar 9,3 juta, lalu pada 2015 naik menjadi 10,4 juta, kemudian menembus angka 12 juta pada 2016, dan pada 2017 sampai dengan bulan Agustus sudah tercatat 9,2 juta orang," ungkap Wawan.

Jumlah wisnus juga naik tajam. Pada Agustus 2017 angkanya sudah menembus 200 juta pergerakan dari proyeksi 180,5 juta wisatawan.

Pada 2016, dari proyeksi 260 juta terlampaui hingga 264 juta, sedangkan pada 2015 juga melebihi target, dari 255 juta tercapai 256 juta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tenggara Syahruddin Nurdin selaku tuan rumah Kemilau Sulawesi 2017 menjelaskan, pemilihan Surabaya sebagai tempat pameran  lebih disebabkan upaya membidik wisawatan nusantara yang berasal dari Jawa Timur. Sebab, Jatim merupakan provinsi dengan populasi terbesar kedua setelah Jawa Barat, sekaligus memiliki potensi perekonomian yang bagus.

“Selain itu, infrastruktur transportasi dari Surabaya ke seluruh bandara di Sulawesi sudah ada. Penerbangan hanya sekitar satu jam,” kata Syahruddin.

Lebih lanjut Syahruddin mengatakan, event itu harus dimanfaatkan setiap provinsi di Sulawesi untuk lebih mempromosikan potensi pariwisata, baik wisata alamnya maupun kekayaan budaya yang ada di wilayahnya kepada masyarakat Indonesia atau bahkan masyarakat asing khususnya masyarakat Jawa Timur.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata memberikan multiplying effect yang besar hingga 170 persen. Oleh karena itu, setiap daerah harus mempersiapkan portofolio, menentukan alokasi sumber daya, hingga mengatur bujet demi menempatkan pariwisata sebagai arah pembangunan daerah dan mewujudkan destinasi kelas dunia.

"Banyaknya acara pariwisata juga menyebabkan pendapatan per kapita daerah akan semakin bagus," kata Menpar Arief Yahya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Animo Peserta Luar Biasa, Aceh Travel Mart Bakal Istimewa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler