Golkar Berpeluang Meninggalkan Jokowi

Sabtu, 14 Juli 2018 – 21:05 WIB
Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago tak heran melihat sikap sejumlah partai politik yang terkesan ngotot mengusung kadernya sebagai capres maupun cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

Pangi meyakini sikap ngotot PKB, PKS, PAN, Golkar, Gerindra dan Demokrat, semata-mata untuk menyelamatkan elektabilitas partai masing-masing di pemilihan legislatif.

BACA JUGA: Sepertinya Bu Mega Lebih Sreg Jika Jokowi Gaet Pak Kiai

"Memang sangat berbeda dengan PPP, Hanura dan Nasdem, terkesan menyerahkan leher partai ke Pak Jokowi untuk memilih cawapresnya, tidak harus dari kader ketua umum partai tersebut," ujar Pangi di Jakarta, Sabtu (14/7).

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini kemudian memaparkan makna di balik pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilihan presiden serentak yang akan digelar 2019 mendatang.

BACA JUGA: Sosok Ulama Ini Dinilai Mampu Menambal Kelemahan Jokowi

Menurutnya, dalam terminologi ilmu politik dikenal efek ekor jas (cotail effect). Yaitu, salah satu cara mendongkrak elektabilitas partai dengan mengusung figur dari kader partai di pilpres.

"Kalau melihat terminologi ilmu politik ini, Golkar saya kira berpotensi banting stir dari koalisi Jokowi," ucapnya.

BACA JUGA: PKS Konsisten Tidak Akan Dukung Jokowi, Demokrat Main Aman

Karena itu, kemungkinan Golkar meninggalkan Jokowi terbuka, jika Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto pada akhirnya tak digandeng sebagai cawapres Jokowi.

Apalagi, kata Pangi kemudian, sebagian grass root dan elite partai berlambang pohon beringin itu terkesan masih gigih memperjuangkan Airlangga sebagai cawapres

"Sikap sebagian elite Golkar itu saya kira masuk akal. Jokowi kan kader PDIP, maka yang langsung merasakan limpahan elektoral dari figur Jokowi sebagai capres adalah PDIP, dan hampir tak punya efek dongkrak terhadap elektabilitas Partai Golkar," pungkas Pangi.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi belum Aman, Cawapres Harus Berelektabilitas Tinggi


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler