Golkar Persilakan Jokowi Tentukan Cawapres Sendiri

Selasa, 23 Mei 2017 – 17:07 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Usulan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie agar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) partainya di Balikpapan membahas bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) belum sepenuhnya terakomodasi.

Sebab, hingga penutupan rapimnas ternyata Golkar belum membahas bakal cawapres secara rinci. Padahal, partai berlambang beringin hitam itu sudah memutuskan untuk mengusung Jokowi sebagai calon presiden pada Pemilu 2019.

BACA JUGA: KPK Periksa Enam Saksi untuk Kasus Andi Narogong

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham menyatakan, partainya berpandangan bahwa untuk posisi cawapres sebaiknya diserahkan sepenuhnya pada keputusan Jokowi.

"Kami persilakan kepada Presiden Jokowi untuk melakukan penjaringan, seleksi dan komunikasi politik, termasuk kepada Golkar," kata Idrus di jelang penutupan Rapimnas Partai Golkar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (23/5).

BACA JUGA: Inilah Target Golkar di Pilkada Serentak 2018

Menurut Idrus, Golkar memang punya peluang untuk menyodorkan kadernya sebagai cawapres pendamping Jokowi pada Pilpres 2019. Namun, katanya, harus ada proses-proses politik yang dijalani.

Idrus menambahkan, bisa saja cawapres Jokowi nanti adalah Ketua Umum Golkar Setya Novanto atau kader lainnya. "Ini hanya bisa terjadi bila komunikasi pada capres lebih intensif dan produktif dalam menjamin kemenangan 2019," ujarnya.

BACA JUGA: Ical Dorong Rapimnas Golkar Bahas Cawapres Pendamping Jokowi

Ditemui terpisah, Novanto juga mengatakan, hanya Jokowi yang bisa menentukan cawapres pendampingnya pada pilpres mendatang. Menurut dia, sosok cawapres selain memiliki kemampuan juga mampu bekerja bersama demi kemajuan negara.

"Jangan sampai cawapres itu tidak ada chemistry dengan Presiden," katanya.
 
Setnov -panggilan akrab Novanto- pun mengaku menghargai usulan Aburizal. Terutama agar bakal cawapres pendamping Jokowi bisa mendongkrak elektabilitas Golkar.

Namun, Setnov menilai keputusan itu harus diambil oleh Jokowi. "Saya secara pribadi ingin cawapres itu sosok yang terbaik. Kami tidak ingin pengaruhi, yang penting bagi saya Golkar selamat, menjadi kekuatan bersama Presiden," tandasnya.(bay/jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buka Rapimnas Golkar, Setnov Dukung Jokowi Gebuk PKI


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler