Google Ajak Generasi Milenial Tangkas Berinternet

Senin, 10 Februari 2020 – 15:26 WIB
Putri Alam, kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia. Foto: Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Memperingati Hari Aman Berinternet Sedunia atau Safer Internet Day pada 11 Februari, Google Indonesia meluncurkan program Tangkas Berinternet.

Program ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Sejiwa dan Indonesia Online Child Protection (ID-COP), didukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Siberkreasi.

BACA JUGA: Salahkan Orang Tua jika Anak Kecanduan Gadget

Putri Alam, kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia mengatakan, program ini adalah salah satu bentuk gerakan bersama untuk membantu memaksimalkan yang terbaik dari teknologi bagi anak-anak dan keluarga, sekaligus meminimalisir resikonya.

"Program ini memuat lima topik penting agar anak-anak cerdas, cermat, tangguh, bijak, dan berani berinternet," kata Putri saat memberikan sambutan dalam peluncuran Tangkas Berinternet di Kantor Kemendikbud, Senin (10/1).

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Jeritan Hati Honorer K2 di Tes PPPK Hingga 4 Menteri di Kelas Ekonomi Pesawat

Selain lima topik tersebut, lanjutnya Tangkas Berinternet juga menyediakan permainan berbasis web yang dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital dan keamanan online kepada anak-anak dengan bantuan guru serta orang tua.

Dana Haryana, pendiri Yayasan Sejiwa menambahkan, bullying merupakan permasalahan yang signifikan dalam dunia pendidikan.

Terlebih lagi di era digital saat ini, internet dapat menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan dan hal-hal positif tetapi banyak juga salah digunakan.

Sementara Plt Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Harris Iskandar menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif program Tangkas Berinternet.

"Anak-anak generasi masa kini tumbuh besar dengan teknologi. Pemahaman akan literasi digital dan keamanan online serta melatih mereka untuk lebih peka akan informasi yang mereka sebarkan atau dapatkan," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, bagaimana bersikap dalam dunia maya menjadi sangatlah penting untuk mengurangi resiko kejahatan cyber.

Pada kesempatan sama Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan, pendampingan dari orang tua dan guru dalam meningkatkan ketahanan berinternet anak-anak sangat penting.

"Orang tua harus bisa lebih terbuka dan melatih anak-anak untuk tidak hanya siap dalam menghadapi era digital dan industri 4.0 tetapi juga tangkas dalam berinternet agar sukses di era digital," tutupnya. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler