Goyangan Majikan Lebih Jreng, Ogah Pulang

Selasa, 13 Maret 2018 – 06:53 WIB
Berstatus tenaga kerja wanita (TKW) di tanah Arab, wanita berusia 45 tahun itu punya cita-cita mulia. Namun Sephia kesambar goyangan majikan yang lebih jreng. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Berawal niat yang tulus, Sephia meninggalkan Tanah Air. Negara yang dituju adalah Arab Saudi. Merantau meninggalkan suami dan anaknya.

Berstatus tenaga kerja wanita (TKW) di tanah Arab, wanita berusia 45 tahun itu punya cita-cita mulia.

BACA JUGA: Tengah Malam Masuk ke Kamar Adik Ipar

Satu keinginan Sephia adalah biar ekonomi rumah tangga yang dibina bersama Donwori, 55 berkecukupan.

Namun seiring dengan waktu, Sephia kini berbalik arah karena kesambar goyangan majikan yang lebih jreng.

BACA JUGA: Suami Keterlaluan, Ajak Anak Liburan Bareng Selingkuhan

Sejak berangkat ke Arab Saudi 13 tahun silam, Sephia ogah pulang meski kontrak kerjanya sudah habis.

=================================
Ismaul Choiriyah - Radar Surabaya
=================================

BACA JUGA: Suami Sudah 67 Tahun, Seminggu Minta 3 Kali, Istri Keteteran

Dengan rokok di tangan kanan dan berkas perceraian di tangan kiri, Donwori duduk dengan santai di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Kelas 1 Surabaya. Rupanya ini merupakan sidang terakhirnya sebelum resmi berpisah dengan Sephia,45.

"Ini ngurus perceraian, tinggal sedikit lagi selesai," ujarnya santai saat ditemui Radar Surabaya (Jawa Pos Group) di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Kelas 1 Surabaya.

Keputusan Donwori untuk berpisah dengan Sephia memang sudah bulat satu tahun belakangan.

Hal itu lantaran dirinya tak sanggup lagi menunggu Sephia pulang ke rumah karena terlalu asik menjadi TKW.

"Kerja ya kerja, boleh-boleh aja, tapi bukannya sampai tak pulang puluhan tahun," jelas Donwori.

Donwori menjelaskan, Sephia telah meninggalkan rumah sejak 2005 lalu. Dan sejak itu pula istrinya itu tak pernah menginjakkan kakinya di rumah lagi.

"Kerjo nok Arab, pas entuk majikan penak, kepenaken gak gelem muleh," kata Donwori kesal.

Meski menunggu selama puluhan tahun, Donwori tetap sabar berharap sang istri mau pulang.

Keputusan untuk bercerai itu baru ia ambil lantaran ia mendengar kabar bahwa sang istri ada main dengan bos di perantauan.

"Dulu iku koncone bojoku ngomong lek bojoku wes urep penak nek kono, dadi harim e bos sugeh neng kono," kata Donwori.

Mendengar kabar tersebut, Donwori yang resah akhirnya menelpon sang istri. Ia ingin memastikan berita tersebut.

Namun, bukannya kepastian yang didapat, tetapi dirinya malah harus menelan kecewa lantaran kata-kata menyakitkan sang istri.

"Dek-e ngomong, westalah ojo ngurusi aku, sing penting kirimanku lancar terus, cek kon iso tetep urip (Dianya ngomong, sudahlah jarang ngurusi aku, yang penting kirimanku lancar terus, biar kamu tetep hidup)," ujar laki-laki asal Jalan Indrapura ini.

Mendengar jawaban sang istri, seketika harga diri Donwori jatuh.

Dirinya yang kadung khawatir istrinya akan berbuat yang tidak-tidak akhirnya memaksa sang istri untuk pulang. Namun jelas, permintaan Donwori itu ditolak mentah-mentah Sephia.

"Arep mbok pangani opo aku lek muleh, wong kerjomu gak jelas (Mau kamu kasih makan apa aku kalau pulang, orang kerjaanmu tidak jelas)," kata Donwori yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan ini menirukan ucapan istrinya saat ditelepon.

Merasa tersinggung dengan jawaban sang istri Donwori memutuskan untuk menjatuhkan talak pada Sephia saat itu juga. Dan kemudian mengurus berkas-berkas perceraian dengan uang sisa kiriman dari istri di perantauan.

"Babah, tak gawe ngurus cerai wae. Tak rabi maneh karo sing gelem nrimo opo enek-e. (Terserah, tak buat mengurus cerai saja. Aku mau menikah lagi sama yang mau menerima apa adanya)," pungkasnya. Nah lho...(*/hen/sb/jpg/jek/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kisah Suami Tak Puas Punya 1 Istri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler