Grup RS Siloam Teken Pakta Keberlanjutan di Indonesia Sustainabilty Forum 2023

Jumat, 08 September 2023 – 21:00 WIB
Salah satu fasilitas yang ada di rumah sakit Siloam. Foto dok. Siloam Hospitals

jpnn.com - JAKARTA - Grup Rumah Sakit (RS) Siloam menunjukkan komitmennya dalam mencapai industri kesehatan berkelanjutan. Hal itu ditunjukkan dengan menandatangani pakta keberlanjutan pada ajang Indonesia Sustainability Forum 2023. 

Acara ini diselenggarakan oleh AstraZeneca bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mendorong transisi menuju masa depan yang berkelanjutan di sektor industri kesehatan. 

BACA JUGA: Jangkau DBTFMS, BPJS Kesehatan Gandeng Klinik Siloam Tumdungbon dan Siloam Daboto

Sebagai penyedia layanan kesehatan swasta terluas di Indonesia, Grup RS Siloam berada di posisi yang tepat untuk mendukung program pemerintah dalam hal bisnis berkelanjutan.

Acara ini terbagi menjadi beberapa sesi besar dengan topik seputar praktik dan strategi keberlanjutan di Indonesia.

BACA JUGA: LVAD Tersedia di RS Siloam Kebon Jeruk, Teknologi Terbaru, Canggih

Grup RS Siloam mendapat kehormatan untuk diundang ke acara ini dalam sesi tematik dengan tema besar Nature Conservation: Biodiversity Protection for Today & Future Generations. Tema ini dibagi menjadi 2 sesi besar. 

Sesi pertama mengusung topik The Role of Ecosystem Restoration in Enhancing Biodiversity & Human Health yang turut mengundang Deputi Manajemen Lingkungan dan Perhutanan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) RI, Ambassador Inggris Raya untuk ASEAN, Perwakilan Kedutaan Swedia di Indonesia, serta Area Vice President Asia AstraZeneca. 

BACA JUGA: Dukung Pemerintah Turunkan Stunting, RS Siloam Sriwijaya Hadirkan PICC di Palembang

Grup RS Siloam yang diwakili oleh Managing Director Caroline Riady menjadi salah satu panelis dalam sesi kedua dengan topik Driving Zero Emission Transition for Sustainable Healthcare Sector. 

Sesi ini juga dihadiri oleh Deputi Manajemen Lingkungan dan Perhutanan Kemenko Marves RI, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, dan Presiden Direktur Kalbe Farma. 

Dalam acara ini, Grup RS Siloam bersama dengan tamu undangan dari industri farmasi dan penyedia layanan rumah sakit menandatangani pakta keberlanjutan dengan yang berisikan 7 komitmen.

Di antaranya adalah mempromosikan praktik layanan kesehatan keberlanjutan yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operational layanan kesehatan, mendukung pengembangan dan implementasi agenda pengembangan berkelanjutan Indonesia.

Kemudian, berinovasi dan berinvestasi pada tekonologi baru yang memberikan akses pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. 

Selain itu, berkomitmen untuk terus berkolaborasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan strategi keberlanjutan.

Kemudian, mengedukasi dan mendukung para pemangku kepentingan untuk mengadopsi gaya hidup berkelanjutan untuk masa depan, dan terus meningkatkan kinerja keberlanjutan perusahaan.

“Usaha keberlanjutan dan rumah sakit merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, baik dari unsur lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan,” ujar Caroline dalam keterangannya dikutip Jumat (8/9).

Dia melanjutkan Grup RS Siloam, melalui 41 RS yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia, senantiasa mengupayakan usaha-usaha berkelanjutan dalam penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Grup RS Siloam selama ini sudah melakukan berbagai inisiatif untuk mengurangi total emisi yang dikeluarkan per tahunnya. 

Beberapa di antaranya adalah dengan mengonversi seluruh penerangan di area rumah sakit dengan lampu LED, melakukan retrofit pada unit pendingin ruangan (A/C) di seluruh RS Siloam.

Lalu, pemanfaatan heat loss dari A/C sebagai penghangat air, pemasangan sensor lampu otomatis di area rumah sakit yang tidak aktif, pemasangan panel surya sebagai sumber daya listrik, membuat bank sampah untuk pemanfaatan limbah.

Selanjutnya, kebijakan redistribusi obat dengan memperhatikan tanggal kedaluwarsa, dan retur untuk obat-obatan yang kedaluwarsa, serta efisiensi dalam proses pembuangan dan pemanfaatan limbah cair tidak berbahaya. 

Melalui upaya-upaya ini, Grup RS Siloam dapat mengurangi emisi karbon hingga 3.500 ton per tahunnya dan berhasil mengurangi intensitas emisi sebesar 1,2 kilogram per hari rawat inap pasien pada 2022. 

Caroline menambahkan penandatangan pakta keberlanjutan yang dilakukan bersama dengan pelaku usaha lain merupakan bentuk kolaborasi bersama, serta cerminan komitmen Grup RS Siloam untuk mendukung pemerintah dalam mencapai Indonesia yang lebih baik di masa depan. Seluruh isi dari pakta yang ditandatangani sejalan dengan visi dan strategi keberlanjutan Siloam.

"Kami berharap dapat terus berinovasi dalam upaya berkelanjutan yang kami lakukan di mana pun kami berada,” terang Caroline. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler