Gubernur: Aceh Sudah Aman dan Nyaman

Selasa, 11 Juli 2017 – 21:10 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 Irwandi Yusuf (kanan) dan Nova Iriansyah (kiri) menghadiri undangan dari Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Selasa (11/7). Foto: M Fathra DI/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah mendapat undangan kehormatan dari Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Selasa (11/7).

Sebagai pasangan pemimpin Aceh yang baru, keduanya mendapat banyak pesan dari Jokowi -sapaan presiden. Utamanya penyelarasan antara program nasional dengan daerah.

BACA JUGA: SIMAK! Ini Instruksi Jokowi kepada Gubernur Djarot Saat Rapat Kabinet

Yang tidak kalah penting terkait kepastian keamanan bagi dunia investasi untuk masuk ke daerah berjuluk Serambi Mekah itu.

"Aceh kan wilayah konflik dulunya, tapi bagi orang luar dianggap baru, makanya bagimana ini investor agar tetap masuk ke Aceh,” ujar Irwandi usai bertemu Jokowi.

BACA JUGA: Jokowi Janji Percepat Proyek-proyek Infrastruktur di Aceh

Karena itu, dia juga mengajak media lokal maupun nasional berperan untuk mendukung suasana kondusif di Aceh. Apalagi sempat ada media yang memberitakan jika kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berbaiat ke ISIS.

“Pernah beberapa media di Aceh menyebut mantan GAM ini beralih ke ISIS. Ini yang baca kan banyak orang se-Indonesia dan reporter internasional. Ini jadi isu apa benar Aceh jadi sarang ISIS. Kami meminta jurnalis tidak melakukan hal tersebut,” pinta suami Darwati A Gani itu.

BACA JUGA: Diundang Jokowi ke Istana, Gubernur Aceh Kasih Buku

Gubernur yang jago mengawaki pesawat ini juga meminta dukungan pemerintah pusat agar bersama-sama dengan pemerintah daerah mempromosikan bahwa Aceh aman bagi wisatawan.

"Harus ada tindakan proaktif ke pihak luar bahwa Aceh sudah aman dan nyaman. Kalau turis yang pernah ke Aceh mereka tidak komplain masalah keamaan. Mereka bisa bermain di siang dan malam hari," ujar pemilik pesawat jenis Shark Aero ini.

Sejalan dengan upaya mempromosikan pariwisata, Wagub Nova Iriansyah mengatakan bahwa pemerintah pusat meminta pemerintah daerah menyelesaikan juga masalah persepsi di mata investor, utamanya terkait pelaksanaan hukuman cambuk mengacu Qanun Jinayat atau hukum pidana Islam di Aceh.

Selama ini, katanya, hukuman dilakukan di depan orang banyak di halaman masjid. Terkadang anak-anak pun ikut menyaksikannya. Hal inilah yang kemudian menjadi viral. Tak jarang, ada yang melebih-lebihkan informasinya.

Nah, ke depan, kemungkinan lokasinya akan dipindah untuk meminimalisir peliputannya oleh publik. Bukan mengubah isi Qanun. "Akan kami minimalisir peliputannya, dilakukan di dalam penjara. Sekarang kan di depan masjid, sehabis salat Jumat," jelas dia.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Jokowi, Please Segera Ganti Nama Panggilan agar Tak Dikhianati


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler