Gubernur BI: RUU Cipta Kerja Mempercepat Reformasi Strutktural

Sabtu, 12 September 2020 – 09:06 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto : arsip jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Kehadiran RUU Cipta Kerja Omnibus Law yang saat ini tengah dibahas di DPR, dinilai sangat penting untuk meningkatkan investasi di dalam negeri. Hal itu ditegaskan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, di Jakarta. 

"Omnibus Law ini adalah bukti komitmen Presiden Jokowi. Selain mempermudah dan membuat iklim investasi Indonesia ramah ke investor, ini juga mempercepat reformasi struktural," ujar Perry di acara ASEAN webinar series, Kamis (10/9).

BACA JUGA: RUU Cipta Kerja Dinilai Bisa Cegah Terjadinya Bencana Demografi

Salah satu harapan dari pemberlakuan RUU Cipta Kerja ke depan adalah investasi di Indonesia akan lebih mudah dan tentunya cepat berkembang. Dampaknya tentu akan menyerap tenaga kerja lebih banyak dan pertumbuhan ekonomi nasional membaik.

"Saat ini kami sedang berdiskusi juga dengan DPR, di mana Omnibus Law memiliki beberapa sektor prioritas yaitu perpajakan, pembukaan lapangan kerja, dan sektor keuangan," kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara.

BACA JUGA: Ini Dampak Positif UU Cipta Kerja Bagi Sektor Pertanian

Dalam RUU Cipta Kerja sendiri saat ini terdapat sebelas kluster. Misalnya tentang simplifikasi lisensi, persyaratan investasi, pekerjaan, kemudahan, penguatan, dan perlindungan UMKM, kemudahan berbisnis, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintah, pengenaan sanksi, akuisisi lahan, proyek dan investasi pemerintah, dan zona ekonomi.

Suahasil juga menambahkan terdapat enam pilar soal perpajakan di dalam Omnibus Law, di antaranya pendanaan investasi, sistem teritorial, wajib pajak pribadi, kepatuhan wajib pajak, ekuitas bisnis, dan fasilitas perpajakan.

BACA JUGA: PKS: Jangan Mempertaruhkan Pendidikan Bangsa Hanya Demi Segelintir Pasal di RUU Cipta Kerja

"Kami berharap ini bisa cepat selesai dan mendapatkan persetujuan DPR sebelum akhir tahun. Ini akan menjadi basis baru di Indonesia, khususnya dalam iklim investasi," tutur Suahasil. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler