Gubernur Ganjar Kumpulkan Para Pemuka Agama, Semua Kompak Ikuti Kebijakan Pemerintah

Jumat, 20 Maret 2020 – 23:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Arsip JPNN.Com/Ricardo

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengundang para tokoh agama guna menggelar rapat koordinasi, Jumat (20/3) di Semarang. Agenda pertemuan yang dihadiri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng itu adalah membahas penyelenggaraan acara besar keagamaan di tengah merebaknya virus corona jenis baru (COVID-19).

Seluruh pimpinan dari lintas agama hadir dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur Jateng itu. Satu per satu di antara para pemuka agama yang hadir menyampaikan pencapat tentang hal yang akan dilakukan dalam rangka ikut mengatasi penyebaran COVID-19.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Kaget, Serius, Lantas Berikan Uang ke Pengurus Masjid

Dalam pertemuan itu, seluruh pimpinan umat beragama sepakat akan mematuhi regulasi dan keputusan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus yang belum ada vaksinnya tersebut. Sejumlah pimpinan agama mengaku sudah mengambil keputusan untuk menunda beberapa kegiatan keagamaan di Jateng, bahkan ada yang membatalkannya.

"Kami sudah memutuskan untuk meniadakan kegiatan kegerejaan sampai 3 April 2020 mendatang, surat edaran sudah kami sebarkan ke anggota kami. Kalau kondisi tetap tidak terkendali, maka itu akan kami perpanjang," kata Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang Robertus Rubiyatmoko.

BACA JUGA: 8 Instruksi Ganjar untuk Warga Jateng demi Mencegah Wabah Virus Corona

Ketua Majelis Agama Buddha Jateng Warto juga menyampaikan hal senada. Warto menyatakan bahwa pihaknya sudah membatalkan sejumlah kegiatan keagamaan yang rencananya digelar dalam waktu dekat.

"Beberapa kegiatan keagamaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, kami batalkan semuanya demi melindungi umat agar tidak terpapar Virus Corona," ujarnya.

Kendati demikian, dalam pertemuan itu dilaporkan ada kegiatan keagamaan yang tidak bisa ditunda dan harus tetap berjalan. Misalnya, Ketua Pengurus Harian Pusat Parisada Hindu Indonesia (PHDI) Jateng Anak Agung Ketut Darmaja menyatakan bahwa pihaknya akan menggelar Tawur Agung di Candi Prambanan.

Namun, PHDI akan mengurangi jumlah peserta Tawur Agung. “Kami mengurangi pesertanya menjadi sedikit dan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Sementara Gubernur Ganjar mengaku sengaja mengundang seluruh pimpinan umat beragama di Jateng untuk mengomunikasikan kebijakan pemerintah. Menurut dia, persoalan keagamaan merupakan isu yang sangat sensitif, sehingga peran pimpinan agama sangat penting untuk mengomunikasikan kebijakan pemerintah kepada umat beragama masing-masing.

"Kami ingin mengurangi betul potensi salah persepsi yang timbul dengan adanya kebijakan ini. Peran tokoh agama sangat penting untuk membantu kami menyosialisasikan kepada masyarakat agar mudah dipahami dan diikuti," kata Ganjar.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler