Gubernur NTT: Organisasi Pemuda Harus Mandiri secara Ekonomi

Kamis, 10 Desember 2020 – 23:26 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiens Ketua Karateker Komisariat Daerah, Yuvensius Tukung bersama jajarannya terkait dengan Pelaksanaan Muskomda Pemuda Katolik NTT, Kamis (10/12). Foto: Dok. Pemuda Katolik

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiens Ketua Karateker Komisariat Daerah, Yuvensius Tukung bersama jajarannya terkait dengan Pelaksanaan Musyawarah Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur, Kamis (10/12).

Gubernur VBL mengatakan, Organisasi Pemuda di NTT mesti menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia yang kian bergerak maju dan memaksa organisasi bersama individu memiliki kemandirian secara ekonomi.

BACA JUGA: Prestasi di Tengah Pandemi, Bank BJB Raih Penghargaan Top 20 Financial Institution 2020

“Organisasi Pemuda di NTT mesti meninggalkan gaya lama. Karena perkembangan dunia kian bergerak maju dari segala aspek kehidupan, terlebih dari sisi kemandirian ekonomi organisasi kepemudaan bahkan individu yang terlibat dalam organisasi tersebut,” ujar Gubernur VBL.

Selanjutnya, Gubernur Viktor menginginkan organisasi pemuda harus memiliki program yang jelas dan terukur sebagai bahan evaluasi masa kepemimpinan organisasi. Organisasi pemuda juga mesti mendorong pembukaan lapangan kerja baru.

BACA JUGA: Sambut Hari Juang TNI AD Tahun 2020, Aksi Prajurit Korem 174 Merauke Ini Patut Dicontoh

“Dalam kepemimpinan saya bersama Pak Wagub, Josef Nae Soi (JNS), organisasi pemuda harus memiliki program yang jelas dan terukur untuk mempermudah evaluasi kepemimpinan  dalam sebuah organisasi pada masa periodenya,” ungkap mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu.

Gubernur meminta Pemuda Katolik untuk terlibat aktif bersama pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan di NTT.

BACA JUGA: Sah, 8 Perwira Tinggi TNI AL Resmi Naik Pangkat Termasuk Mayjen TNI Marinir Budi Purnama

“Saya juga menegaskan untuk organisasi pemuda mesti mendesain keterlibatan pemuda dalam menyelesaikan tantangan pembangunan daerah misalkan masalah sampah dan stunting atau penyelesaian air bersih berbasis kepulauan," jelas Gubernur VBL.

"Pemuda NTT masa kini mesti mandiri dari sisi ekonomi dan tidak lagi berpikir kalau PNS merupakan mata pencaharian utama melainkan dengan berwirausaha," lanjut Gubernur VBL.

Gubernur Laiskodat juga menambahkan sarana bagi organisasi Pemuda dalam mewujudkan kemandirian ekonomi organisasi adalah melalui prinsip triple helix  dengan menetapkan program unggulan satu kabupaten satu program.

"Organisasi pemuda dapat menjadi lapangan pekerjaan baru, dimana pemerintah memfasilitasi antara organisasi pemuda bersama dunia usaha atau sumber-sumber keuangan melalui KUR dan Kredit Merdeka serta sumber pendanaan lainya untuk berwirausaha mewujudkan kemandirian ekonomi," tambah Gubernur Viktor.

Ketua Karteker Komda Pemuda Katolik, Yuvensius Tulung menyampaikan terkait maksud pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengundang kahadiran Gubernur NTT dalam acara dimaksud.

“Bapak Gubernur, kami selaku pengurus Komda Pemuda Katolik NTT mengharapkan kehadiran Bapak sekaligus memberikan arahan pada pelaksanaan kegiatan Musyawarah Komda dengan tema: Optimalisasi Peran Pemuda dalam mendorong kemandirian ekonomi menuju NTT Bangkit," kata Tungkung.

Turut hadir dalam kegiatan dimaksud, Staf Khusus Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan, Imanuel Blegur.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler