Gubernur Papua Sultan Zainal Abidin Syah Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Kamis, 12 Maret 2020 – 15:10 WIB
Rektor UNJ Dr Komarudin MSi menilai Sultan Tidore Zainal Abidin Syah layak jadi Pahlawan Nasional. Foto : humas UNJ

jpnn.com, JAKARTA - Sultan Zainal Abidin Syah diusulkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional dari Kesultanan Tidore. Usulan tersebut disampaikan dalam seminar bertajuk 'Peran Sultan Zainal Abidin Syah dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI' di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis (12/3).

Tim peneliti sejarah Sultan Zainal Abidin Syah, Suprianto Prasaga, mengatakan, negara tidak boleh melupakan kiprah Sultan Zainal yang dikenal sebagai tokoh patriotik dan nasionalisme tinggi.

BACA JUGA: Pahlawan Indonesia di Piala Uber 1975 Tati Sumirah Meninggal Dunia

"Beliau ini kan selain Sultan juga sebagai gubernur Papua pertama. Gubernur perjuangan pembebasan Irian Barat. Dia menyuarakan bahwa Irian Barat itu adalah bagian dari NKRI, yang dari kesultanan Tidore," kata Suprianto.

Suprianto menjelaskan, alasan kuat masyarakat Indonesia tidak boleh melupakan Zainal Abidin Syah karena patriotisme dalam dirinya sangat tinggi.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Honorer K2 dan Nonkategori Setia Menunggu, Virus Corona Merajalela

"Jadi, ada satu alasan tersendiri bahwa motor penggerak, dia harus mengambil keputusan (bergabung dengan NKRI), walaupun keputusan itu, dari berbagai kalangan, ada yang kontra. Dia tetap komitmen bahwa Tidore dan Irian Barat adalah bagian dari NKRI," tuturnya.

Suprianto melalui mengutip ucapan Soekarno mengenai sosok Sultan Zainal Abidin Syah. "Bung Karno bilang, 'kalau tidak ada Sultan Syah, tidak ada lagu dari Sabang sampai Merauke."

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Perpres PPPK sudah Terbit, Virus Corona dan Demam Berdarah Bersaing

Sementara Rektor UNJ Dr Komarudin MSi dalam paparannya juga mendukung pengusulan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional.

Alasannya Sultan Zainal sangat patriotik dan nasionalistik karena kecintaannya kepada Republik Indonesia. Yang pada saat itu juga membawahi wilayah Papua.

"Kalau kita memahami sejarah Papua, kita akan tahu betapa besarnya perjuangan Sultan Zainal Abidin Syah bagi NKRI," kata Komarudin.

Dia mengingatkan, generasi saat ini tidak boleh melupakan sejarah Indonesia. Dia lalu menceritakan salah satu episode sejarah yang menunjukkan patriotik dan nasionalistik Sultan Zainal Abidin Syah.

"Saya sudah mendengar dan mendiskusikan betapa besarnya perjuangan Sultan Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore. Ketika bertemu dengan Presiden Soekarno, ditanya 'mau ke manakah kesultanan Tidore?' langsung dijawab 'masuk NKRI'," ucap dia.

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Presiden Soekarno menunjuk Sultan Tidore Zainal Abidin Syah sebagai gubernur pertama Provinsi Perjuangan Irian Barat di tahun 1956.

Komarudin menegaskan jawaban Sultan Zainal Abidin Syah sangat mencerminkan nasionalisme dan patriotisme. Sultan Zainal Abidin Syah dengan tegas menjawab Tidore bergabung diri dengan NKRI.

Itu sebabnya, dia menyebut sangat pantas jika Sultan Zainal Abidin Syah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

"Kami menangkap keinginan itu, untuk bersama sama memperjuangkan agar Sultan Zainal Abidin Syah menjadi pahlawan nasional. Tentu kami tidak ragu, karena keinginan masyarakat Tidore mempunya keinginan besar, karena beliau juga memiliki jasa yang sangat luar biasa di NKRI," tandasnya.

Dr Abdul Haris, dosen UNJ menambahkan, Sultan Zainal Abidin Syah menggunakan cara-cara diplomasi untuk mendapatkan kemerdekaan. Dia tidak menggunakan tindakan militer.

"Meski mendapatkan pendidikan modern di Belanda, tetapi nasionalisme Sultan Zainal sangat tinggi, cinta NKRI, dan seorang keturunan monarki yang bersikap seperti rakyat biasa. Ini sangat patut dicontoh generasi era milenium," tutupnya. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler