Gunung Marapi di Sumbar Meletus, Hujan Batu, Masih Ada Pendaki

Minggu, 03 Desember 2023 – 17:25 WIB
Gunung Marapi di Sumatera Barat meletus, Minggu (3/12). Foto: HO.Prbiadi/Antara

jpnn.com - AGAM - Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat meletus, Minggu (3/12) sore.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut erupsi gunung dengan ketinggian 2.891 m itu terjadi pada pukul 14.53 WIB.

BACA JUGA: Lansia Hilang di Lereng Gunung Marapi Sumbar

"Hari ini telah terjadi erupsi Gunung Marapi dengan ketinggian kolom yang belum teramati karena tertutupi awan," kata petugas Pos Pengamanan Gunung Marapi Ahmad Rifandi melalui rekaman video di Padang, seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan untuk radius aman gunung aktif tersebut berkisar di tiga kilometer dengan status kategori waspada.

BACA JUGA: Gunung Marapi Masih Erupsi, Para Pendaki Bersegeralah Turun

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat telah menutup sementara jalur pendakian ke Gunung Marapi.

"Saat ini booking online ditutup dan semua petugas di pintu masuk sedang berusaha untuk menghubungi semua pendaki. Semoga semuanya aman dan selamat," kata Pelaksana Harian Kepala BKSDA Sumbar Eka Dhamayanti di Padang.

BACA JUGA: Gunung Marapi Erupsi, Ada Ancaman Bahaya di Radius 3 Kilometer dari Kawah

Eka menjelaskan, saat ini status Gunung Marapi berada pada level II (waspada) dengan sejumlah rekomendasi.

Pertama, masyarakat yang bermukim di sekitar gunung, pengunjung, atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki pada radius tiga kilometer dari kawah/puncak.

Terkait data pendaki ke Gunung Marapi, berdasarkan data booking online BKSDA Provinsi Sumbar tercatat ada 57 pendaki telah check in lewat pintu masuk Batu Palano. Sementara itu, pendaki dari Koto Baru berjumlah 13 orang.

"Update terkini pendaki yang naik dari Koto Baru sudah berada di pos empat, sedangkan dari Batu Palano yang turun baru berjumlah dua orang," katanya.

Dari sejumlah video yang diambil warga sekitar kaki gunung, tampak kabut tebal dan terjadi hujan batu. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler