Gunung Seulawah Waspada II

Sabtu, 05 Januari 2013 – 08:20 WIB
BANDA ACEH - Gunung api Seulawah Agam, di Kabupaten Aceh Besar saat ini dalam status Waspada II. Naiknya status dari normal ke Waspada karena adanya peningkatan aktivitas gempa vulkanis di kawasan tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Jarwansah, Jumat (3/1) mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan kegempaan dan visual kawah serta analisis data dilakukan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Menurut Badan Geologi, kata Jarwansyah, saa ini telah terjadi peningkatan kegempaan vulkanik dalam dan vulkanik dangkal terhitung sejak 27 Desember lalu pada Gunungapi Seulawah Agam Kec. Seulimum Aceh Besar, sekitar 75 km dari ibukota Provinsi Aceh. “Saat ini statusnya masih waspada, “ katanya mengutip keterangan BMKG Kementrian ESDM beberapa waktu lalu.

Jarwansah menghimbau agar masyarakat di sekitar Seulawah Agam dan para pengunjung baik itu wisatawan ataupun pendaki agar tidak mendekati puncak Seulawah dan dua kawah aktif dekat puncak Seulawah Agam dalam radius 2 km.

“Masyarakat kita himbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Seulawah Agam. Sebab Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BPBA dan BPPD Aceh Besar tentang aktivitas Seulawah Agam ini, saat ini tim BPBA dan BPBD serta instansi lainnya yang berwenang sudah berada di lapangan,“ demikian Jarwansyah.

Berdasarkan data dihimpun Rakyat Aceh (Grup JPNN) Gunung Seulawah juga pernah dinaikan statusnya levelnya "Normal" (Level I) menjadi "Waspada" (Level II). Ini terjadi pada 1 September 2010 lalu.

Di Aceh saat ini ada tiga terdapat 5 gunung api yang hingga saat ini masih dinyatakan aktif yaitu, Gunung Seulawah terdapat di Aceh Besar,  Gunung Bur Ni Telong di Bener Meriah, Gunung Peuet Sague di Aceh Pidie, Gunung Merapi Lauser di sebelah tenggara Aceh, dan Gunung Api Jaboi terdapat di Kota Sabang.

Selama abad ke 19 dan 20, Gunung Seulawah Agam tidak menunjukan kegiatan letusan yang berarti. Beberapa kegiatan vulkanik tercatat adalah sebagai berikut : 1600. Pada tahun ini mungkin terjadi letusan parasit. 1839  Tanggal 12 dan 13 Januari terjadi letusan freatik di Kawah Heutsz. 1975, Tanggal 16 dan 21 Agustus, terdengar suara gemuruh dan asap keluar Dari G. Seulawah Agam.

Gunung Seulawah Agam terbentuk akibat pertemuan lempeng Indo-Australia yang bergerak relatif ke utara, menujam di bawah Lempeng Kerak Benua Eurasia. Akibat penujaman itu maka terjadi proses peleburan (melting) kerak Samudera Indo-Autralia menjadi magma, yang kemudian menerobos kepermukaan melewati zona lemah dan kemudian membentuk Gunung Seulawah Agam. (imr)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Setahun, Kejari Cuma Tangani Tiga Perkara Korupsi

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler