Guru Besar Unhas Salim Said Angkat Suara Soal Kriteria Menhan

Jumat, 04 Oktober 2019 – 18:16 WIB
Anggota TNI tengah melaksanakan geladi bersih perayaan hari ulang tahun di Lanud Halim Perdanakusumah, Kamis (3/10). Foto: Fathan Sinaga/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Semakin dekatnya pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024, semakin banyak pula prediksi dan harapan-harapan publik akan sosok menteri-menteri yang kapabel, punya akuntabilitas dan intelektualitas yang baik dan cocok untuk membangun Indonesia 5 tahun ke depan.

Menurut pengamat militer dan pertahanan, Prof. Salim Said, bahwa nama-nama menteri yang terpilih nanti merupakan hak prerogatif presiden.

BACA JUGA: Nasaruddin Umar Pengin Figur Menhan di Kabinet Jokowi-Maruf Seperti Ini

"Yang tahu semua itu hanya Pak Jokowi, siapa saja calon menteri yang cocok untuk jabatan tertentu, semua yang menentukan dan memastikan keterpilihannya hanya pak Jokowi, itu hak prerogatifnya sebagai presiden,” katanya kepada media di Jakarta (3/10).

Terkait sosok Menteri Pertahanan, dari sekian nama yang muncul, salah satunya adalah Letjen TNI (Purn) Prof. DR. Syarifudin Tippe, M.Si.

BACA JUGA: Menhan Berharap Banyak Generasi Muda Papua Kelak Jadi Pemimpin

Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) itu menilai bahwa Letjen TNI (Purn) Prof. DR. Syarifudin Tippe, M.Si-yang dulu adalah mantan mahasiswanya dan pernah juga jadi atasannya selaku Rektor Unhan sangat cocok untuk menduduki kursi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi Jilid 2.

"Kalau kandidat kuatnya Jenderal Tippe, saya doakan dan saya dukung, Indonesia akan lebih baik jika punya Menhan sekelas beliau,” ungkap Prof. Salim Said.

Alasannya, karena Letjen TNI (Purn) Prof. DR. Syarifudin Tippe, M.Si ini punya koneksi yang luas.

“Kemampuan lobinya juga bagus, paham strategi pertahanan dan bela negara juga seorang akademisi yang terbiasa berfikir komprehensif. Jadi baguslah kalau beliau dipilih Pak Jokowi jadi Menhan,” katanya.

Terkait dengan politik pertahanan Indonesia ke depan, bahwa sebagai negara dengan jumlah militer yang besar, Indonesia harus terus menerus membangun kemampuan pertahanannya dengan baik, serius, dan menjadikan dirinya sebagai negara yang kuat dari sisi militer, alutsista yang modern, dan industri pertahanan yang lengkap dan strategis.

Salim Said menyatakan TNI harus terus menerus latihan berperang, meningkatkan kemampuan perangnya dengan baik, membangun kemampuan intelijen dan industri pertahanan dengan baik, sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang kuat dan tidak dipandang remeh oleh negara lain.

Ditambahkannya, bahwa Menhan ke depan, harus punya koneksi yang luas, dapat meyakinkan pihak luar akan kekuatan nasional Indonesia dan mampu membangun strategi pertahanan nasional menjadi lebih baik. (mg8/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler