Guru Honorer Pertanyakan Pendataan

Minggu, 15 Agustus 2010 – 00:01 WIB
LHOKSEUMAWE-  Sekitar puluhan guru tenaga honor, baik bantuan pusat maupun honor daerah mendatangi dinas pendidikan pemuda dan olah raga, Kota Lhokseumawe, Sabtu (14/8).   Kedatangan para guru ini ingin mempertanyakan persyaratan pendataan tenaga honorer.  Namun karena adanya mis komunikasi, malah sempat para guru melakukan orasi di depan kantor.
 
Aksi orasi dan berkumpulnya para tenaga honor langsung direspon oleh pihak polsek Banda Sakti.  Bersama pejabat dinas terkait kapolsek memberikan arahan kepada sejumlah para tenaga pengajarAgar dapat menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik dan tertib.
 
Namun menurut para dewan guru, kedatangan mereka bukan untuk melakukan demo dinas.  Tapi kedatangan mereka untuk mempertanyakan persyaratan pendataan tenaga honor menjadi CPNS.  Sebab ada informasi dari beberapa tenaga honor pihaknya diundang untuk datang ke dinas.
 
“Kita datang kemari bukan untuk melakukan demo.  Kedatangan kami untuk melihat persyaratan pendataan dan diundang oleh pihak dinas.  Tapi sampai disini, pihak dinas mengatakan tidak mengundangnya.  Sehingga muncullah kecurigaan diantara sejumlah guru yang hadir.  Lalu dengan serta merta membuat beberapa guru melakukan orasi,”ujar Tarigan salah seorang guru.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang guru wanita yang hadir.  Kedatangan mereka tidak lain untuk melihat pengumuman yang diberitahukan oleh dinas

BACA JUGA: Pelantikan Gubernur Tetap di Garasi

Tapi herannya tidak semua guru yang diundang sehingga menimbulkan tanda tanya serta kecurigaan.
 
“Ini karena kesalahan komunikasi saja.  Sebenar tidak ada masalah sebab kami datang ingin melihat pengumuman dan ada undangan.  Cuma seharusnya ke depan pihak dinas jangan mengundang guru seperti ini.  Kan setiap sekolah ada kepsek atau KTU untuk mewakili.  Sehingga tidak terjadi salah paham seperti ini,”terang Tarigan dengan logat bataknya yang membuat orang tertawa.
 
Sejauh ini, pihak tenaga honorer meminta agar proses pendataan tenaga honorer harus transparan.  Jika nantinya ada yang kedapatan bermain curang mereka akan melaporkan pada pihak berwajib.  “Kita minta pendataan benar-benar transparan dan sesuai dengan aturan.  Kalau nantinya kami mengetahui ada permainan, kami siap melaporkan pada pihak berwajib,”ujar seorang ibu kepada wartawan koran ini.
 
Selain pendataan, pihaknya juga berharap agar dinas dapat segera mencairkan gaji mereka.  “Kami minta agar pihak dinas segera membayar gaji kami.  Sebab hampir empat bulan kami belum menerima gaji.  Apalagi ini memasuki bulan ramadhan dan menjelang lebaran nanti,”ucapnya.  (agt)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menpan Minta Bupati TTS Patuhi Putusan PTUN


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler