Guru Ngaji di Bandung Cabuli Muridnya, Ridwan Kamil: Biadab, Tidak Bermoral

Kamis, 09 Desember 2021 – 15:43 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menanggapi kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru agama berinisial HW (36) di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kota Bandung.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengatakan saat ini pelaku sudah ditangkap pihak kepolisian dan sedang diadili di pengadilan.

BACA JUGA: Dor! MUS Tertembak, AKP Anton Beri Penjelasan

Yayasan pendidikannya pun sudah ditutup dan kini tidak ada lagi aktivitas keagamaan di sana.

"Semoga pengadilan bisa menghukum seberat-beratnya dengan pasal sebanyak-banyaknya kepada pelaku yang biadab dan tidak bermoral ini," kata Emil di Bandung, Kamis (9/12).

BACA JUGA: Banyak Anak Perempuan di Bawah Umur Dijadikan PSK, Alamak

Eks Wali Kota Bandung itu menyebut anak-anak santriwati yang jadi korban sudah dalam penanganan tim DP3AKB Jabar untuk dibantu proses penyembuhan trauma dan disiapkan pola pendidikan baru sesuai hak tumbuh kembangnya.

Dia pun meminta kepada forum institusi atau forum pesantren untuk saling mengingatkan jika ada praktik-praktik pendidikan yang di luar kewajaran.

"Juga agar aparat setempat di level desa/kelurahan agar selalu memonitor setiap kegiatan publik yang berada di wilayah kewenangannya," sambungnya.

Orang nomor satu di Jabar itu meminta kepada para orang tua untuk rajin memonitor situasi pendidikan anak-anaknya di sekolah berasrama.

"Kepada para orang tua, diminta rajin dan rutin memonitor situasi pendidikan anak-anaknya di sekolah berasrama, sehingga selalu up to date terkait keseharian anak-anaknya," jelasnya.

Emil berharap, kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan keadilan bisa ditegakkan oleh pengadilan kepada kasus ini.

Sebelumnya warganet dihebohkan dengan kabar seorang guru agama sekaligus pimpinan ponpes di Bandung yang mencabuli 12 orang muridnya, empat korban di antaranya sudah melahirkan.

Nahasnya, tindakan bejat tersebut dilakukan HW sejak tahun 2016 sampai awal tahun 2021. (mcr27/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler